Selasa, 01 Mei 2012

SPEED MARRIED 5 ( JEALOUS )


Latihan basket kelar , gue langsung nyusul Oik kekantin . Tadi gue liat Oik kekantin sama temen-temennya . Pas gue nyampe kantin Ternyata anak-anak lagi pada ketawa-tiwi , tapi tanpa Oik . Loh ? Oik mana ?

“Loh Vi ? Oik mana ? “ Tanya gue sama Sivia , anak –anak yang lain masih asik ketawa-tiwi Cuma si Oliv yang nyadar kalo gue ada disitu .

“Eh Cakka , pacarnya Oik ! Cari Oik ya ? “ Tanya Oliv dengan suara cemprengnya dan berhasil narik perhatian Agni sama Acha.

“Dia ke toilet kka . “ Jawab Via  menjawab pertanyaan gue tadi

“Mending lo susul deh kka , udah daritadi soalnya . “ Saran Acha yang diikuti anggukan dari Agni

“Yaudah , gue susul ya . bye ! “ Pamit gue dan nyusul Oik ke Toilet . Sebelum gue pergi gue ngambil satu botol air mineral dan bayar dikasir kantin .

Sambil jalan menuju toilet , gue buka segel kemasannya dan karena gue orangnya suka sama kebersihan , gue cari tong sampah . Nah , depan UKS ada tempat sampah tuh ! Gue berhenti sebentar buat ngebuang segel plastiknya tapi pas gue mau lanjutin perjalanan gue menuju toilet , gue denger ada suara orang nangis di UKS . Karena penasaran , gue ngintip deh lewat jendela . Loh ?! kayanya gue kenal tuh ?

Oik ?! bukannya itu Oik ya ? Loh sama siapa dia ? cowok ?! OH shit ! Cuaca panas dan kejadian didepan gue ini berhasil bikin darah gue mendidih ! Gila aja tuh cowok , rangkul-rangkul Oik seenak jidatnya ! Karena Emosi gue buka pintu UKS sedikit kasar . Dan itu berhasil bikin Oik sama cowok disebelahnya melihat kearah gue .

“Ik ! ngapain kamu disini ? sama... sama Obiet ?! “ Marahku dan menunjuk-nunjuk cowok disebelah Oik , Obiet . Tapi darah gue mendadak beku pas lihat mata sama hidung Oik merah banget . Oik nangis ? why ?
Tak peduli pada kelakuan gue tadi , gue langsung lari nyamperin Oik dan ngelepasin rangkulan Obiet dan gue yang rangkul Oik , Obiet ngalah dan menghindar , berdiri tepat didepan gue sama Oik . Oik balas meluk gue dan nangis sesenggukan didada gue . Gue elus-elus kepala Oik dan mempererat pelukan gue.

“Eh biet ! kenapa lo bikin Oik gue nangis ?! “ Tanya gue sinis sama Obiet yang merhatiin Oik dengan tatapan ‘sayang’ . Damn gue jealous !

Mendengar gue sinis sama Obiet , Oik bangun dari pelukan gue dan ngusap matanya yang udah merah banget sama airmata itu .

“O...obiet gak salah kka . dia gak tau apa-apa . “ Bela Oik dengan suara sesenggukan dan parau. Gue Cuma mandang Oik dan memilih untuk mendengarkannya .

“Ma..makasih ya biet . Udah ada Cakka kok , aku nggak apa-apa . “ Oik beralih menatap Obiet yang ada didepannya . Obiet menjawabnya dengan sebuah senyuman , dan Obiet melangkah menghampiri Oik dan mengusap kepala Oik pelan , gue yang ngeliatnya langsung tangkis tangan Obiet biar gak lama-lama nyentuh Oik gue ! Obiet keliatan gak suka dan balas natap gue sinis . Tapi kemudian berubah ramah ketika bicara sama Oik .

“Oik jangan nangis lagi ya , Oik harus selalu senyum seberat apapun masalah yang Oik hadapi . “ Obiet menasehati Oik dan sedikit membungkuk untuk mensejajarkan pandangannya dengan Oik yang memang duduk dipinggir kasur . Gue makin gak suka sama tingkah si Obiet depan gue , gue langsung dorong pundaknya sama tangan kiri gue karena tangan kanan gue masih meluk Oik . Sekali lagi , Obiet tak bicara apapun sama gue dan malah ngeliat gue dengan tatapan sinis . Kemudian dia melangkah pergi meninggalkan UKS .

Obiet , dia senior gue sama Oik . Obiet pernah nembak Oik didepan mata gue pas acara kenaikan kelas semester kemarin . Gue yang emang pacar nya Oik langsung narik tangan Oik dan ngomong sama Obiet ‘Oik pacar gue ! Lo jangan coba-coba ngambil dia dari gue !’ dan gue langsung ngajak Oik pulang . Tapi sampai saat ini si Obiet ternyata belum nyerah juga buat ngedapetin Oik dari gue . Well , gue gak akan ngasih kesempatan si Obiet buat bisa caper sama Oik !
Pandangan gue beralih sama Oik .

“Sayang , kamu sebenernya kenapa sih ? “ Tanya gue lembut

Oik bangun dan menatap gue dengan matanya yang masih terlihat akan mengeluarkan air mata lagi , sesaat kemudian Oik malah meluk gue erat banget . Seakan gak mau kehilangan gue .

“Aku sedih kka ! aku gak terima dia ngejelek-jelekin mama sama keluarga aku .! “ Jelas Oik mengeluarkan semua emosi dan kesedihannya dalam pelukan gue . gue Cuma bisa mendengarkannya dan membelai kepala Oik sayang , dan menenangkannya .

“Cup .. cup .. cup .Yang udah bikin Oikku nangis siapa sih ? “ Tanya gue lembut mengerti perasaannya.
“Gak mau bilang .. “ Jawab Oik sedikit lebih tenang dan manja , dan Oik melepaskan pelukannya . gue yang melihat Mata dan pipi Oik basah , langsung mengusapnya dengan kedua tangan dan membereskan tatanan rambutnya yang agak berantakan .

“Emangnya aku gak pantes ya deket-deket sama kamu ? “ Tanya Oik tiba-tiba ketika gue masih mencoba merapikan tatanan rambut Oik , sedikit terkejut mendengarnya .

“Siapa sih yang ngomong yang nggak-nggak gini sama kamu ? “ Tanya gue lembut , menatap mata Oik dan menggenggam kedua tangan Oik .

“Kak Angel . “ Jawab Oik akhirnya dengan suara pelan dan membuang muka menatap pintu ruang UKS yang tertutup .
“Angel ?! “ kata gue sedikit jengkel , Oik hanya mengangguk meng-iya-kan .

“Hmmmm , yaudah kamu jangan fikirin kata-kata yang gak berguna gitu ya . Dia Cuma sirik sama kamu . “ Jawab gue santai dan kembali menarik Oik kedalam pelukan .

Sialan si Angel ! berani banget ng labrak Oik gini ! awas ya Ngel , gue yang bales semuanya ! Umpat gue dalam hati.

Setelah Oik sudah lumayan tenang dan juga mata hidungnya sudah tak terlihat merah , gue menyuruhnya pergi ke toilet untuk membasuh mukanya setelah itu  mengantarnya kekelas . Karena masih ada dua jam pelajaran yang masih harus kami ikuti .

Dan sekarang , yang harus gue urus itu si Angel .

Pas udah nyampe dikelas , gue langsung nyamperin si Deva . Kebetulan Guru Geografi belum masuk .
“Dev , gue minta no HP , atau Pin nya si Angel . Lo punya kan ? “ Tanya gue sama Deva sedikit berbisik
“Ada kok . Kenapa lo ? tumben ? “ Tanya Deva setengah berbisik juga
“Biasalah , ada urusan . Sms in ya . atau BBM in ke gue . “
“Sipppp...okeh “

Percakapan kami pun terhenti karena Pak.Sunter guru Geografi kami memasuki kelas . Gue tersenyum sendiri setelah Deva memngirimkan No.HP Angel , karena teringat rencana yang udah tersusun dikepala gue .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komen apa yang ingin kamu komen yaa ! apapun !