Selasa, 01 Mei 2012

SPEED MARRIED 4 ( SEBUAH RESIKO )


Cakka memang ganteng , dan bisa dibilang punya segalanya . Tapi bukan itu yang membuat aku mencintainya . Lebih dari apa yang dia punya , entah apa yang aku suka darinya yang jelas dia seperti kutub magnet yang terus menariku untuk lebih menyukainya dan akhirnya terjebak di inti magnet itu dan tak bisa lepas .

Punya suami yang di elu-elu kan kaum hawa membuatku sedikit cemas dan khawatir . Karena semua wanita pasti akan tertarik dengan apa yang Cakka punya , banyak sekali jenis wanita yang aku tahu sempat mengejar-ngejar Cakka bahkan sampai sekarang . Misalnya kak Angel , dari pertama kami mengikuti Masa Orientasi Siswa dia sudah berusaha untuk bisa dekat dengan Cakka . Mulai dari jadi pemandu untuk kelas Cakka selama MOS , mengikuti ekskul yang Cakka ikuti yaitu modelling , ikut gabung sama team chearleader karena Cakka emang salah satu Tim basket sekolah  dan masih banyak lagi usaha Kak Angel buat deket sama Cakka . Tapi untungnya Cakka gak pernah ambil pusing . Dia bilang ‘Cakka just interested with Oik , other isn’t important’ .Ya mudah-mudahan saja kata itu berlaku untuk selamanya .

Mencintai dan dicintai Cakka itu menurutku resiko yang cukup besar . Selain karena aku gadis biasa dan berasal dari keluarga yang biasa juga . Semenjak cewek-cewek itu tahu kalo Cakka itu pacarku , mereka yang tadinya deket dan akrab sama aku , berubah 180’ . Jadi sering menyindirku dengan kata-kata , menatapku dengan tatapan sinis , bahkan ada juga yang megirimi surat kaleng . Tapi untungnya Acha , Sivia , Agni sama Olivia masih tetap jadi sahabatku . Aku jadi merasa seperti lucky girl yang bisa menikah dengan seorang  pangeran .

Jam istirahat pertama , Aku , Agni , Sivia , Acha dan Olivia pergi kekantin seperti biasa . Dan seperti biasa juga , jam istirahat pertama Cakka selalu berlatih basket dengan teman-temannya .

“Eh Ik , emangnya lo mau honeymoon kemana sih sama Cakka ? “ Tanya Sivia sedikit berbisik dan yang bisa mendengar hanya kami ber empat , kebetulan Oliv lagi ngambil minum di lemari es yang emang cukup jauh .
“Hah ? emang lo sama Cakka honeymoon juga Ik ? “ Tanya Agni kaget
“Yaiyalah , Ni . Cakka sendiri yang bilang . “ Timpal Acha
“Duuuh , gue juga gak tau guys . Cakka belum bilang apa-apa sama gue . “ Jawabku seadanya
“Eh tapi Ik , emang lo sama Cakka ... boleh ngelakuin ‘itu’ ? “ Tanya Agni dan mengangkat kedua telunjuk dan jari tengahnya di atas kepalanya mengisyaratkan ‘tanda kutip’
“Yaelah Ni , mereka berdua kan udah muhrim . “ Jawab Via enteng dan mendapat anggukan dari Acha
“Tapi Ik ,by the way emang lo udah siap ? “ Via malah tambah memojokanku dengan pertanyaanya.
‘Aduh , apaan sih anak-anak bahas beginian !’ umpatku dalam hati
“Duh , apaan sih pertanyaannya gak mutu ! gue ke toilet dulu ! “ Jawabku akhirnya dan sengaja mengalihkan pembicaraan dan langsung melengos ke toilet .
“Eh Ik ?! aaah gak asik lu ! “ Jawab anak-anak merasa tak puas
“Eh Ik , mau kemana ? “ Tanya Olive yang baru datang mengambil minuman tadi
“Toilet ! “ Jawabku singkat dan buru-buru pergi ke toilet karena takut ketauan kalo pipiku mungkin udah ng blusss kaya jeng kelin .
“Eh kenapa tuh si Oik ? “ Tanya Oliv sama anak-anak , yang masih penasaran.
“Lagi M ! “ Jawab Agni ngasal , dan bisa mengobati rasa penasaran Oliv . Oliv hanya membentuk mulutnya menjadi huruf ‘O’ dan duduk dikursinya yang ia tinggalkan tadi .

Aku menuju toilet yang paling dekat dengan kantin , melewati lapang basket dan kelas Cakka . Aku langsung masuk dan membasuh mukaku di washtaffel , mencucui tanganku dan melihat pipiku yang memang sudah berubah warna agak mirip dengan jeng kelin  , dan aku membasuh mukaku sekali lagi . ketika aku hendak melihat kembali wajahku dicermin , tiba-tiba sudah ada kak Angel dan kedua temannya yang berkacak pinggang disebelah kiriku dekat pintu . Aku tersenyum menyapa dan hendak pamit , tapi kak Angel malah menghalangi jalanku .

“Maaf kaka , aku mau lewat . “ Kata ku seramah dan sehormat mungkin
“Eh Oik ! gue mau ngomong ya sama lo ! “
“Ngomong apa ya kak ? “ Jawabku santai
“Lo gak usah deh deket-deket sama Cakka lagi ! Lo ini gak nyadar banget sih , Lo ini Cuma ... “ Marah kak Angel yang tanpa sebab dan tiba-tiba seperti ini
“Cuma apa Ra ? “ Kak Angel tak melanjutkan kata-katanya , dan menyuruh kak Zahra untuk melanjutkannya
“Anak kampung ! udik ! “ Maki kak Zahra padaku
“Dan gak tau malu ! “ Tambah kak Nadya

Aku mencoba sebiasa mungkin dan memang aku tidak tersinggung dengan umpatan mereka , karena aku memang ‘mungkin’ seperti apa yang mereka bilang .

“Gak Cuma itu ! Lo juga gak pantes deket-deket sama Cakka yang dari keluarga terhormat sedangkan lo ?! “ Kak Angel memakiku habis-habisan dan apa-apaan pake bawa-bawa keluarga Cakka segala ? aku sempat kaget dan memilih diam untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan kak Angel .

“Keluarga lo itu gak jelas ! Nyokap lo , dia ngelahirin lo tanpa ayah ! alias lo itu anak haram ! dan sekarang apa ? nyokap lo gak mau ngakuin lo jadi anaknya ! nyokap lo ninggalin lo gitu aja kan ?!  “

Apa ?! kak Angel keterlaluan ! Aku gak keberatan kalo dia maki-maki aku . Tapi aku gak terima Mama dan keluarga ku dijelek-jelekin kaya gini !

Sayangnya aku sudah tak kuat untuk mengucapkan kata-kata itu . Mataku perih dan hatiku terasa ngilu , dan aku memang paling sensitif kalau sudah ada yang menyinggung masalah keluarga seperti ini , apalagi membawa-bawa mama . Merah dipipiku tak lagi terlihat , dan kini rona merah itu berpindah kehidung dan mataku . Aku menangis , aku ingin sekali membalas perkataan kak Angel dan teman-temannya . Tapi suaraku tercekik oleh air mata yang terus mengalir , aku masih bisa mengontrol agar tangisku tak pecah . Aku berusaha mengontrol suaraku walaupun sedikit parau .

“Kak Angel gak usah sok tahu ngurusin keluarga ku ! Kak Angel gak tau apa-apa ?! Dan jangan pernah jelek-jelekin mama Oik ! “

Ya mungkin kata itu yang bisa kuucapkan sekarang , dan aku langsung menghapus air mataku yang tak berhenti mengalir dan langsung keluar dari situ meskipun harus menerobos kak Angel dan teman-temannya .

Setelah aku keluar , aku bingung harus kemana . Kekantin ? anak-anak bisa heboh karena melihat mataku yang merah dan aku belum bisa mengontrol air mataku sepenuhnya . Kembali kekelas ? tapi banyak anak-anak lain di koridor menuju kelas ku . Aku panik mencari tempat untuk menenangkan diri dan mengontrol air mataku , dan saat itu aku melihat UKS . Aku pikir UKS tempat yang aman , selain karena tak jauh dari toilet , koridor di daerah UKS sepi tapi UKS tepat berada didepan lapang basket . Tak peduli ! Aku langsung berlari ke UKS dengan membungkam mulut dengan tangan kiriku agar  tangisku tak mengeluarkan suara .

Sesampainya di UKS , aku duduk di pinggir kasur dan menenggelamkan wajahku kepangkuanku dan keduatanganku diantaranya .

Mama ! maafin temen-temen Oik udah ngejelek-jelekin mama , mereka gak tau apa-apa ! maafin Oik gak bisa jaga nama baik mama , gara-gara Oik mama jadi di fitnah yang nggak-nggak !  kataku dalam hati disela-sela tangisku

Tiba-tiba ada yang membuka pintu UKS dan menutupnya kembali .

Aduh , gimana ini . apa ada anak yang pingsan dan sekarang dibawa kesini ?

Sebelum aku melihat siapa yang datang , aku menghapus airmataku dari pipi dan mataku yang basah . Sebelum aku mendongkak , suara yang sangat aku kenal tiba-tiba terdengar disampingku , dan sebuah tangan merangkulku hangat .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komen apa yang ingin kamu komen yaa ! apapun !