Tampilkan postingan dengan label cerbung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerbung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Oktober 2012

SPEED MARRIED 7 (SOMEONE IN THE PAST)

Pagi harinya Cakka mendapat telepon dari Bundanya , katanya sepulang sekolah dia harus menemui beliau dirumah besar , rumah kediaman Ayah , Bunda dan kakek Cakka .

Perasaan gue jadi gak enak gini ya . Batin Cakka setelah menerima panggilan dari bundanya .

Seperti biasa , pagi-pagi Oik menyiapkan breakfast untuk mereka berdua . Ketika  Oik sedang memakai sepatu dan Cakka mencuci piring bekas mereka tadi, Cakka membuka percakapan .

“Yang , pulang sekolah kita kerumah besar dulu ya . Ada yang Bunda mau sampein katanya . “
“Hmmm ? kok tumben ya ? ada apa ya ? “ Jawab Oik balik bertanya
“Aku juga gak tau , kita liat nanti aja . “ Jawab Cakka yang telah selesai mencuci piring dan hendak mengambil backpack nya disalah satu kursi meja makan kecil itu .
“Yuk , berangkat . “ Kata Cakka mengulurkan tangannya pada Oik yang masih memakai sepatu .
“Oke , selesai . Yuk ! “ Jawab Oik dan membalas uluran tangan Cakka , mereka berdua bergandengan menuju bagasi , dan terpisah ketika menuju pintu mobil yang memang bersebrangan .

Sorenya dirumah Besar

Ketika Cakka dan Oik sampai dihalam depan sebuah rumah yang sangat besar dan mempunyai parkiran yang cukup luas dengan rumput hijau subur disetiap sisinya , sudah ada sebuah mobil yang terparkir disana , yang jelas mobil itu bukan milik Ayah , Bunda maupun kakeknya . Cakka pun semakin dibuat heran karena ada sebuah koper berukuran sedang didepan pintu .

Cakka dan Oik saling berpandangan ketika melihat koper itu , dan Cakka pun mengangkat bahu sebagai jawaban bahwa dia juga tidak tahu itu milik siapa .

“Agaaaaaaaaa ! “ Teriak seorang perempuan yang seumuran dengan Cakka dan Oik tapi dia lebih muda 1 tahun , berlari menuruni tangga dan menghampiri Cakka , langsung memeluknya . Oik yang melihatnya sedikit terkejut dan menghasilakn tanda tanya besar di benaknya . siapa wanita ini ? pikirnya.

“Hey Nadya ! lo kapan balik ? “ Tanya Cakka membalas pelukan wanita tadi , yang ternyata bernama Nadya .

“mmmm gak penting , yang penting gue kangen banget sama lo ! “ Jawab Nadya melepaskan pelukan mereka dan mencubit kedua pipi Cakka . Oik hanya berdiri mematung dan ikut tersenyum melihat kedua nya , meskipun ada rasa sedikit cemburu menyeruak dalam hatinya . Cakka tersadar akan keberadaraan Oik , yang sedikit mereka abaikan sedari tadi .

“Oh iya , Nad , kenalin ini Oik . Ik kenalin ini Nadya . “

“Oik .. “ Oik tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan

Awalnya Nadya diam dan hanya memandangi tangan Oik yang terulur , menyadari Nadya tak bereaksi Cakka menyenggol bahunya pelan .

“Eh .. gue Nadya . “ Jawab Nadya ikut tersenyum juga .

Ketika itu seorang perempuan berumur 50 tahunan menghampiri mereka .

“Maaf den Cakka , mbak Oik ,dan mbak Nadya sudah ditunggu ibu diruang keluarga .” Katanya sopan dengan sedikit aksen jawa .
“Iya , Bik . Makasih ya .” Jawab Cakka diikuti senyuman dari Oik sebagai tanda menghormati orang yang lebih tua .

Setelah bibik pergi , Cakka memandang Oik dan Nadya bergantian .

“Yuk kita keatas ! “ Seru Cakka menggandeng tangan Oik , dan Oik tersenyum mengangguk memberi isyarat pada Nadya . Nadya membalasnya dengan kikuk .

Cakka dan Oik berjalan didepan Nadya , Nadya yang melihat Cakka dan Oik seperti itu merasa tak nyaman .
Karena dulu , Cuma dia yang bisa diperlakukan manis oleh Cakka seperti itu . Tapi sekarang ? Seorang wanita yang baru dia kenal beberapa menit yang lalu telah menggantikan posisinya . Sucks ! Gumamya

***

“ Oik ? sudah kenalan dengan Nadya ? “ Tanya Bunda ketika mereka telah berkumpul disebuah ruangan yang cukup besar beralaskan marmer dengan pajangan lukisan-lukisan dibeberapa sudut dinding.
“Sudah Bund . “ Jawab Oik sopan dan mendapat anggukan dari Bunda
“Nadya ini , adalah anak Pak.Doni , tetangga dirumah lama kami di Yogyakarta . Waktu Cakka dan Nadya Kecil , mereka selalu bermain bersama tak kenal waktu . Sulit dipisahkan seperti kalo rambut kamu kena permen karet . “ Cerita Bunda menerawang kebeberapa tahun yang lalu disertai senyuman .

Oik yang baru tahu cerita ini mendengarkan dengan antusias dan sesekali tersenyum . Sedangkan Cakka dan Nadya tersenyum simpul dan melemparkan ingatan mereka kebeberapa tahun yang lalu ketika mereka kanak-kanak .

“Dulu tante juga ingat Nad , pas kamu bilang sama papa dan mama kamu waktu kita barbecuean dirumah tante , kalo besar nanti kamu mau jadi pengantin nya Cakka , ckck . “ Lanjut Bunda menggeleng-gelengkan kepala

“Tapi sayang , Cakka udah pilih pengantinnya sendiri . “ Kata Bunda lemah dan menatap Oik , Oik yang merasa diperhatikan balik menatap Nadya tanpa ekspresi , sementara Nadya yang tadinya tersenyum-senyum , senyumnya memudar dan digantikan dengan ekspresi tidak mengerti .
“Ma..maksud tante ? “
“Loh ? Cakka belum ngasih tahu kamu ? Oik sama Cakka kan sudah menikah beberapa minggu yang lalu Nad ? “ Bunda balik bertanya , Nadya hanya menggeleng lemah dan menatap Cakka , yang diperhatikan malah nyengir .

Semua energi yang Nadya punya mendadak menghilang setelah mendengar berita ‘buruk’ itu . Dari dulu Nadya memang mempunyai perasaan terhadap Cakka , meskipun itu perasaan yang dimiliki anak-anak , tapi untuk Nadya , perasaannya untuk Cakka tak akan pernah bisa digantikan oleh siapapun dan sampai sekarang perasaanya itu tak berubah .

“Hehe , maaf ya Nad , gue lupa ngasih tau lo . “ Suara Cakka menarik Nadya kembali pada realita. Nadya hanya tersenyum simpul karena belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan dihadapannya .
“Yaudah , untuk sementara Nadya mau tinggal dirumah ini sementara papa nya nyari rumah di Jakarta . Bunda juga udah daftarin Nadya disekolah kalian . Jadi , usahain kalian berangkat dan pulang bareng Nadya ya . Nadya kan belum hafal Jakarta . “
“oh ya ? lo sekolah di SMA kita Nad ? wah seru nih ! “ Seru Cakka senang , Nadya hanya mengangguk semangat dan melupakan problem dihatinya .
“Kamu dikelas apa Nad ? “ Tambah Oik mengikuti Obrolan
“Gak tau , gue gak ikut survey tadi , Cuma tante Ida . “ Jawab Nadya dengan nada sedikit kesal
“Yaudah , Cakka kamu tolong angkat koper Nadya didepan itu kekamar lama kamu . “
“Sipp , Bun ! “

***

Sudah seminggu sejak kembalinya Nadya dalam kehidupan Cakka , sejak itu pula Oik merasa seperti tersisihkan . Semua serba Nadya , mulai dari berangkat sekolah mereka harus menjemput Nadya dirumah Besar . pulangnya , Nadya tidak mau langsung diantar kerumah besar karena katanya disana sepi jadilah Nadya pulang kerumah Cakka dan Oik . Sepanjang hari Cakka seperti terlena dengan masa kecilnya bersama Nadya , mereka akan menonton DVD kesukaan Nadya sewaktu kecil ‘Barbie series’ . Bahkan dengan antusiasnya Cakka bercerita kalau sewaktu mereka kecil , panggilan sayang Cakka untuk Nadya adalah ‘Barbie’. Awalnya Oik memang dilibatkan dalam percakapan , tapi lama kelamaan Cakka dan Nadya malah asik sendiri dan mengacuhkan Oik . Dan masih banyak lagi rentetan kejadian yang mengharuskan Oik untuk terus mengalah .

Dan kejadian yang sangat membuat Oik merasa benar-benar di nomor dua kan oleh Cakka adalah ketika Oik minta ditemani Cakka ke Gramedia sewaktu pulang sekolah untuk mencari buku referensi tugasnya yang akan diserahkan besok,  tapi Nadya malah merengek minta ditemani ke Salon dan butik . Cakka yang memang suka perawatan salon juga , akhirnya malah memilih menemani Nadya ke salon dan butik .

“Sayang , temenin aku mampir ke gramedia dulu ya , aku mau cari buku buat tugas referensi geografi besok . “ Oik merubah posisi duduknya menghadap kearah Cakka yang sedang menyetir .
“Okeee , kita puter balik ya ! “ Melihat didepannya ada rambu lalulintas yang memperbolehkan kendaraan memutar arah , Cakka mengubah laju juke nya menuju PIM . Sementara Nadya asik dengan ear phone nya terlihat tidak peduli dengan perubahan arah laju itu .

Dalam perjalanan itu Nadya melihat ada sebuah salon dan butik yang bersebelahan , bangunannya terlihat elegant dan cukup menarik perhatiannya .  Nadya pun langsung menghentakkan kakinya bergantian .
“Stop ! stop ! stop ! “ teriak Nadya dan menghasilkan gerak refleks dari Cakka , menginjak rem secara mendadak .
“Aduh ! “ Kesal Oik karena kaget dengan gerak refleks Cakka .
“Kenapa Nad ? “ Tanya Cakka pada Nadya melalui spion tengah , mau tak mau Oik juga membalikkan badannya melihat Nadya di jok belakang .
“Itu disana ! ada salon sama butik , aku mau kesana . ya kka ya .... “ Rengek Nadya sambil menunjuk sebuah bangunan yang berdiri elegant itu dan tangan yang lainnya mengguncang-guncang bahu Cakka .
“Tapi kita mau ke .... “ Belum sempat Oik melanjutkan kalimatnya , Nadya tiba-tiba menyerobot
“Aku udah lama gak ke salon selama aku di Jakarta , waktu di Singapore aku sibuk sekolah gak ada yang mau nemenin juga. “ Yang tadinya Nadya merengek seperti anak bayi  dan membuat Cakka tidak tega .

Cakka menatap Oik sekilas kemudian menatap Nadya yang masih menatap memohon pada Cakka dan belum menurunkan tangannya dari bahu Cakka .

“Hmmmh , yaudah ... yaudah , kita ke salon sama butik deeeh . “ Bujuk Cakka dan menghasilkan tatapan melongo dari Oik .

Tanpa mempertimbangkan persetujuan dari Oik , Cakka langsung memasuki pelataran parkir salon dan butik yang bersebelahan tersebut . Oik jadi merasa semakin di anak tirikan , dia hanya bisa pasrah dan menahan emosinya .

Keluar dari mobil , Nadya langsung menggandeng Cakka dan membimbingnya masuk ke sebuah salon yang beridiri didepannya , lagi-lagi Oik melongo dan kemudian berjalan dibelakang mereka dengan tampang Badmood . Menyadari Oik berjalan agak jauh dengannya , Cakka kembali dan menarik Oik agar berjalan beriringan dengannya .

“Ik , gakpapa ya kamu ke gramedia nya setelah ini ? “ Tanya Cakka sewaktu langkah mereka beriringan , Nadya berjalan didepan mereka sambil mengamati desagin salon itu .
Oik hanya membalasnya dengan senyuman yang dibuat-buat .

gakpapa banget kok , Nadya kan emang no.1 buat kamu ! “ dumel Oik dalam hati

Sementara Cakka dan Nadya melakukan perawatan rambut disalon ini , Oik duduk menunggu dengan gelisah sambil membuka-buka halaman sebuah majalah dipangkuannya untuk membunuh waktu . Berkali-kali Oik melihat arloji dipergelangan tangannya , berkali-kali juga Oik harus menerima kalau jarum jam seperti tak pernah bergerak ! stuck di angka 4 !

Akhirnya Oik memutuskan untuk menelpon Sivia .

Hallo Ik ? tumben-tumbenan lo nelpon gue ? ada angin apa nih ? “ Suara Sivia terdengar disebrang Telephone
Gue bete ! “ jawab Oik lebih dari jutek
“Lah ? gue yang kena semprot ? bete kenapa sih ? “
“Sorry ! bayangin aja Vi ! tugas yang harus di kumpulin besok sama Pak.Yudi itu gue sama sekali belum punya referensinya ! “
“Laah gampang ! sekarang lo tinggal ke gramedia atau toko buku aja kan beres ! “
“Iyaaa Via ! tadinya gue emang mau ke Gramedia , tapi ?! you know lah si Nadya malah minta dianter ke salon dan yang bikin gue tambah gedek , Cakka malah ikut-ikutan perawatan disalon ! dan gue ?! kaya sopir yang nungguin majikannya disalon tauk ! “
“Hahahah , sabarrr Ik . keterlaluan amat tuh si Nadya . Yaudah lo tinggal pamit aja sama mereka , gue temenin deh ke gramedia nya . “
“Beneran ?! tapi jemput gue dulu di salon ? apa yah ni namanya ? pokonya salon yang sekitar PIM laah . “
“Oke tau gue , salon langganan nyokap juga tuh . Oke 20 menitan  lagi gue sampe ya ! “

Setelah panggilan terputus , Oik bangkit dari sofa merah maroon yang dari 2 jam yang lalu setia menemani Oik dan menuju tempat perawatan rambut mencari Cakka dan Nadya .
Tapi , ketika Oik menemukan Cakka dan Nadya . Mereka sedang asyik ketawa-ketiwi membecirakan entah apa karena jarak tempat Oik berdiri cukup jauh  . Oik semakin dongkol melihatnya.

“Gue dari tadi bete-betean gak jelas ! mereka malah asyik sendiri ! “ Dumel Oik dalam hati dan mengurugkan niatnya untuk berpamitan dengan Cakka . Dengan langkah gontai meninggalkan salon tersebut dan berjalan ketrotoar menunggu sivia datang .

Bodoamat lah kalau dia nyariin gue ! emang yakin lo bakal dicariin Ik ? hah ! NYEBELIN ! Oik bermonolog dengan pikirannya sendiri .

Beberapa menit kemudian Jazz merah sivia berhenti tepat didepan Oik , kemudian mereka berdua melaju menuju PIM .

***

Satu jam kemudian ..

Cakka dan Nadya selesai dengan perawatan rambut mereka . Tapi ketika Cakka hendak membayar tagihan di lobby salon , dia tak melihat Oik disana .

“Loh Nad ? Oik mana ? “ Tanya Caka tapi matanya berkeliling mencari sosok Oik .
“Gak tau . Telpon aja .” Jawab Nadya santai

Menuruti Nadya , Cakka langsung mengeluarkan BB nya dan mendial no Oik .
Lama .. tak ada jawaban . Tapi beberapa saat kemudian  , 1 message masuk .

From : My.O
Aku pergi ke gramedia . kamu lanjutin aja acara kamu sama Nadya !

To : My.O
 Kok kamu nggak nunggu aku selesai ? kita kan bisa pergi bareng ?

Tak sempat menunggu jawaban dari Oik , Nadya langsung menarik Cakka menuju butik disebelah . Cakka hanya bisa pasrah dan berharap Oik bisa mengerti .

Mengerti kalau dia sedang asik bersama orang dimasalalu nya ? Mengerti kalau dia merindukan masalalu nya ? atau mengerti bahwa perasaannya untuk Nadya yang tidak terdefinisi ? Apapun itu , telah membuat hati Oik dongkol dan suatu saat pasti akan meledak seperti bencana Gunung Merapi .

Sudah jam 7 malam tapi Oik belum bisa di hubungi dan belum juga pulang . Setelah dari butik , Nadya mengatakan kalau dia mau menginap di rumah Cakka dan Oik saja . Sementara Nadya mandi memakai kamar mandi kamar Cakka dan Oik , Cakka sibuk menghubungi No Oik yang belum juga aktif sampai-sampai putus asa harus berbuat apa lagi .

***

Sivia sedang berusaha membujuk Oik agar menghubungi Cakka yang mungkin sedang mencari keberadaan Oik . Tapi Oik enggan berkomentar . Mereka masih duduk di sudut coffee toffee yang sedikit ramai karena ini jam nya anak muda mencari tempat tongkrongan .

“Ik.. ayolah telephone Cakka . Dia pasti lagi bingung nyariin lo . “ mohon Via untuk kesekian kalinya .
Oik menatap Sivia malas
“Gak yakin deh gue kalo Cakka bakal nyariin Gue vi . “ jawab Oik putus asa
“duuh jangan negatif thinking gitu dulu laah . atau nggak , gue anterin lo pulang ya Ik ? “

Oik menatap Sivia , terlihat ekspresi khawatir dan juga lelah di raut wajahnya . Melihatnya membuat Oik jadi tidak tega harus merepotkan Sivia lagi . Akhirnya Oik mengangguk lemah tanpa ekspresi . Sivia hanya tersenyum melihatnya .

***

Mendengar suara mesin mobil diluar , Cakka bangkit dari sofa malas nya dan menuju teras untuk melihat barangkali Oik yang pulang . Dan ternyata benar saja ,Oik turun dari jazz merah . Melambaikan tangan pada pengemudinya sebagai ucapan terimakasih . Cakka yang melihatnya daribalik pagar jadi bertanya-tanya .
Siapa itu ?

Oik masuk dan melewati pekarangan kecil rumah mereka . Cakka hanya menunggu sambil melipat kedua tangannya diatas dada . Oik berjalan melewati Cakka dan mengacuhkannya , Cakka jadi agak naik darah dengan tingkah Oik yang sudah membuatnya khawatir dan ketika pulang malah berlagak seperti tak terjadi apa-apa bahkan mengacuhkannya . Cakka pun berbalik mencegat Oik yang sudah berada diruang tamu , langkah Oik pun terhenti dan mendongakkan kepalanya menatap Cakka .

“Aku Capek . “ Ucapnya lemah
“Tadi itu siapa ? “ Tanya Cakka datar menghiraukan keluhan Oik
“kka ?! aku capek mau istirahat ! “ Jawab Oik kesal dan hampir berlalu meninggalkan Cakka diruang tamu karena Cakka mencengkal pergelangan tangan Oik .
“Aku tanya yang tadi itu siapa ! “ bentak Cakka tidak sabar

Oik terperangah mendengar Cakka membentaknya . Ini kali pertamanya Cakka membentaknya seperti ini selama hubungannya dengan Cakka beberapa tahun yang lalu .
Oik tersenyum miris lalu menjawabnya .

“kamu masih peduli sama aku ? “ Oik balik bertanya dengan nada lemah terdengar hampir menangis . Melihat Cakka bergeming dan hanya menatapnya dengan penuh tanda tanya.
“Masih peduli ? “ Ulang Oik dengan nada suara yang seperti akan menangis , melihat Cakka masih bergeming Oik melepas paksa cengkraman Cakka dari tangannya dan berlalu meninggalkan Cakka . Baru beberapa langkah meninggalkan ruangtamu , langkah Oik kembali terhenti karena melihat sosok perempuan keluar dari kamarnya menggunakan kemeja putih gombrong miliknya . Oik menatap Nadya yang berdiri tepat dihadapannya dengan nanar . Kemudian Oik membalikan tubuhnya menatap Cakka dibelakangnya yang sedang kebingungan . Air mata yang tadinya tertahan dipelupuk matanya luruh bersaman ketika Cakka tiba-tiba berdiri dihadapannya .

“Aku bisa jelasin ... “ Cakka mencoba menggenggam kedua tangan Oik , tapi Oik menarik tangannya , malah menatap Cakka dengan tatapan malas dan dengan langkah gontai memasuki kamarnya .

Nadya yang tidak tahu apa-apa hanya memperhatikan mereka berdua dengan tampang polos . Kemudian dia menyadari bahwa keadaannya saat ini terlihat seperti telah terjadi ‘apa-apa’ , ditambah lagi dia sedang memakai baju Oik tanpa seizin pemiliknya . Sedikit rasa bersalahpun muncul dalam benak Nadya , ditambah melihat raut wajah Cakka yang sedikit frustasi rasa bersalah tambah menusuk dadanya .

Sebesar dan sedalam apapun perasaan Nadya terhadap Cakka , tak bisa membantah keadaan yang kini sudah berbeda , Cakka sudah milik orang lain seutuhnya. Cakka kini bukan aga kecilnya dulu, aga berbeda dan aga kecilnya sudah tumbuh menjadi Cakka . Kini dia hanya akan jadi orang ketiga jika memaksakan keinginan hatinya . Dengan langkah ragu dan perasan bersalah , Nadya menghampiri Cakka yang terpaku didepan pintu kamar yang tadi di tutup Oik .

“kka ? “
Cakka menoleh dengan tatapan sayu .
“Maaf ya Nad , lo gak seharusnya lihat kejadian ini . “
Nadya cepat-cepat menggeleng .
“Nggak .. nggak kka . ini salah aku , aku yang harusnya minta maaf . “
“Aku mau kerumah tante ida aja kka , kayanya keberadaan aku nggak tepat disini .”
“yakin lu ? “

Nadya mengangguk mantap.
Cakka tersenyum dan mengacak rambut Nadya yang masih setengah basah .

***

Hari ini sudah sangat cukup menguras kesabaran Oik , dia butuh sesuatu yang membuatnya tenang dan sedikit melupakan kedongkolan hatinya .

Setelah menyimpan buku yang tadi ia beli , Oik memasuki kamar mandi dan mengisi penuh bath up nya dengan air hangat , menyalakan dua buah lilin aroma terapi disudut bath up , dan memasukan cairan putih kental kedalam bath up yang sudah terisi penuh Kemudian oik berbaring didalam bath up yang penuh busa . Aroma Lavender menyeruak kedalam hidungnya dan memenuhi ruangan ,membuat hati dan fikirannya kembali damai .
READ MORE - SPEED MARRIED 7 (SOMEONE IN THE PAST)

Selasa, 01 Mei 2012

SPEED MARRIED 6 ( SURPRISE )


Malemnya gue SMS si Angel .
To : Angel
Hai Angel.. ini gue , Cakka .
Gak lama ada inbox , ternyata dari Angel . Hm cepet juga .
From : Angel
Cakka ?! Cakka anak sosial 1 ? serius ?
Aduuh gue mimpi apa semalem sampe kamu bisa sms aku .
Sip , si Angel kayanya gak nyadar tentang apapun , ini bakal ngemudahin rencana gue .

Gue baca replay sms dari si Angel senyum-senyum sendiri , dan Oik sempet aneh sama tingkah gue . Kita berdua seperti biasa lagi nonton TV , nemenin Oik nonton acara favoritenya .

“Yang , kamu kenapa ? senyum-senyum sendiri ? sms siapa sih ? “ Tanya Oik agak sedikit ‘cemburu’ sama BB gue .
“Nggak , ini si Deva ngocol abis sms nya . Aku jadi geli sendiri . “ Bohong gue sama Oik
“O..” Oik Cuma manggut-manggut dan kembali menyaksikan layar TV.

To : Angel
Ia, Cakka itu . Mimpi ditiban durian runtuh kali :-D
Balas gue sok akrab.
From : Angel
Iya kali ya :D aduuh sumpah gue seneng banget .
Eh , btw kenapa nih sms gue ?
Gila nih cewek , gak ada tengsin-tengsin nya sama sekali .

To : Angel
Nggak , mau lebih kenal deket aja sama lo . gak boleh y ?
From : Angel
Boleh dong , boleh banget . gak bakal ada yang marah kok :D
What ? gue ngangkat alis sebelah , emang gue nanya ada yang marah nggak ? batin gue illfeel

To : Angel
Ngel , sabtu sore besok ada acara gak ? jalan yuk ?
Gue langsung to do point sama dia , gak tahan banget harus lama-lama sms an kaya gini .

From : Angel
Serius ? besok gue free kok . Jalan kemana kka ?
To : Angel
CoffeeToffee jam 7 malem lo tunggu disana ya .
From : Angel
Pasti , see you ya :-D
Sip deh , kayanya si Angel sama sekali gak punya feel kalo dia lagi gue kerjain haha

Sabtu Jam 17.00
“Yang kamu siap-siap ya ! “ Teriak gue dari kamar mandi , Oik lagi beres-beres baju dikamar
“Loh ? emang kita mau kemana ? “ Tanya Oik ikutan teriak
“Ini kan satnight , kamu gak bosen di rumah terus ? “

Tak ada jawaban dari Oik , gue keluar dari kamar mandi pake handuk dibagian pinggul sampe lutut , bagian atas tubuh gue ,  gue biarin naked , ya ini sih emang kebiasaan kebanyakan cowok . masa kita para cowok pake handuknya dari dada sampe paha , cowok maho kali yang kaya gitu , amit-amit .
Pas gue keluar , ternyata Oik lagi jinjit-jinjit depan lemari baju mau taro boxer gue , tapi gak nyampe-nyampe . Emang sih gue tempatin boxer dibagian paling atas , karena emang tinggi Oik gak sampe , dia masih jinjit-jinjit . Gue yang melihatnya langsung punya ide , tanpa ba-bi-bu gue nyamperin Oik .

“Sini .. Aku bantuin . “ Kata gue langsung meluk Oik dari belakang dan ngangkat dia biar tangannya nyampe ke bagian atas lemari , dan kayanya Oik kaget .
“hehe , makasiii . “ Kata Oik sambil naro boxer gue ditempatnya .
“Kayanya kita harus beli sesuatu supaya aku bisa nyampe lemari bagian atas deh yang . “ Kata Oik mencoba turun dari pelukan gue . Akhirnya gue turunin dan Oik balik badan menghadap gue yang naked . Tapi gue malah meluk pinggang Oik dan merapatkannya dalam pelukan gue . Gue buat muka Oik sama gue jadi gak punya jarak , dan Oik balas meluk pinggang gue .

“Gak usah , biar aku nanti yang bantu kamu biar nyampe “ jawab gue dengan tatapan yang langsung bikin pipi Oik blusss dan dia gak berani natap mata gue langsung .

Melihat itu gue tersenyum , dan mata gue tertuju pada bibir Oik yang selalu terlihat sexy dimata gue . Perlahan gue mendekati daerah itu , dan mengecup sudut bibir Oik hangat , Oik yang terkejut langsung menatap mata gue dengan matanya yang selalu berbinar . Dia tersenyum , gue ikut tersenyum . Dan mata gue lagi-lagi tertuju pada bibir Oik .
--------------------------------------WARNING FOR ADULT-----------------------------------
Pertama , gue kecup bibir Oik dan sedikit menekannya lalu memiringkan wajah dan melumat bagian bawahnya , saat itu juga Oik langsung memejamkan matanya dan berjalan mundur sampai tesudut oleh pintu lemari dan gue ikut maju seiring langkah Oik itu . Tangan Oik yang tadinya berada dipinggang gue , kini beralih . Kedua telapak tangannya dia letakkan di atas dada gue yang full naked sementara gue lebih mengeratkan pelukan gue di pinggangnya .

Ciuman kami berubah menjadi lebih panas karena Oik juga ikut membalas ciuman gue tadi . Dia memiringkan wajahnya kearah yang berlawanan dan ikut melumat bibir bagian atas gue . Tapi saat gue mau mulai yang lebih panas dari tadi , ada getaran dipas paha gue . Gue dan Oik sama-sama terkejut dan melepaskan ciuman kami . Ternyata BB Oik yang udah ngerusak acara kita .
Ada panggilan masuk , dan Oik langsung merogoh BB nya dari kantong Hot Pans bahan levis yang dia gunakan . Otomatis gue langsung agak ngejauh dari Oik , tapi tetap didepannya .

“Halloo Vi ? “
“Yahh , kok ngedadak banget ? gue gak bisa Vi , udah ada acara sama Cakka . “
“Apaan sih , sirik aja lu ! “
“Iya . maaf banget ya . “
Have a nice night too . bye
“Hehe , Via ngajak jalan sama anak-anak “ Jelas Oik setelah panggilan diputus .Gue mendekat dan peluk pinggang Oik lagi .
“Hmmmm , yaudah kamu siap-siap ya . Kita pergi jam 7 . “ Kata gue akhirnya dan memberi ciuman dikening Oik . Oik langsung melangkah menuju kamar mandi , tapi kemudia dia kembali dan bertanya .
“Kka , kita mau pake mobil atau bawa motor ? “
“mmm , motor aja , biar romantis . “ Jawab gue sambil menaik turunkan alis
“Huuu , dasar . “ Jawab Oik dan langsung kembali ke kamar mandi .

30 menit kemudian

Gue udah siap sama skiny jeans hitam , Kaos madmare putih polos , jaket kulit item plus slim converse warna senada dengan kaos yang gue pake . Gue lagi nunggu Oik di teras depan dan sebelumnya gue ngeluarin Honda 4tax merah dari garasi , motor kesayangan gue .

Gak lama Oik muncul dari balik pintu dengan memakai Black legging , kemeja putih lengan panjang  yang panjangnya hampir selutut dan dibagian tangan digulung sampai panjangnya 3/4, rambut cepol sedikit berantakan dengan poni yang disasak dan dia tarik keatas plus slim converse hitam . Sumpah sexy gue ngeliat Oik pake kemeja putih itu .

“Ayuk berangkat ! “ Katanya menyadarkan gue dari fantasi gue sendiri .
“Kenapa sih ? gayaku aneh ya ? “kata Oik menyadari dari tadi aku terus memperhatikannya
“Nggak , yang . Kamu sexy . hahah . “ Goda gue yang langsung mendapat pukulan pelan dari Oik tangan gue .
“Udah ah , jangan ngegombal terus . Ayuk berangkat . “
“Iya..iya.. “ Gue langsung pake helm full face gue dan menstater motor .Oik langsung naik dan megang jaket gue .
“Yang  pegangannya jangan gitu dong ! peluk aku aja , nanti kamu terbang . aku ngebut tau ! “
“Iya ,,iya .. ati-ati ah jangan terlalu ngebut , aku kan takut yang . “ Jawab Oik dan langsung meluk gue erat .

Asik asik hahah gumam gue dalam hati .

Sampe di coffeetoffee gue liat Angel udah nunggu gue di sofa paling pojok . Gue nyuruh Oik buat gandeng tangan gue . Awalnya dia malu , tapi setelah gue bujuk akhirnya dia mau .

“Yang kok kesini ? aku kira kita makan ? “ Tanya Oik setengah berbisik karena merasa tak enak sama orang-orang yang lagi nongkrong di coffeetoffee

“Kita nyamperin someone dulu ya , abis itu terserah kamu mau kemana . “ Oik hanya mengangguk sambil memperhatikan keadaan sekitar . Mata gue Cuma tertuju sama Angel yang kayanya dia gak sadar kalo gue udah nyampe di sini , karena memang dia lagi buka-buka daftar menu . Pas kita nyampe dimeja Angel , Oik sempet natap gue minta penjelasan , gue Cuma tersenyum . Dan langsung nyapa Angel .

“Hay Angel , udah lama nunggu ? “ Sapa gue , Angel langsung mendongkak melihat gue dan tersenyum sangat senang .

“Cakka ! nggak kok aku baru dateng . “ Jawabnya setengah terik pas manggil nama gue , dan tersenyum sangat senang . Tapi senyumnya perlahan menghilang karena menyadari Oik ada disamping gue , Angel pun terlihat bingung dan menatap Oik dengan tatapan tidak sukanya . Oik hanya tersenyum kikuk membalas tatapan tak bersahabat Angel .

“Kok ?! ada dia ? “ Tanya Angel sambil menunjuk kearah Oik

“Boleh kita duduk ? “ Tanya gue mengalihkan pembicaraan

“I..iya . duduk aja . “ Jawab Angel kikuk

“Duduk yang .. “ Kata gue menarik kursi untuk Oik . Angel Cuma melongo gue manggil Oik sayang didepan dia , dan ada ekspresi cemburu dan tidak suka diwajahnya .

“Makasih .. “ Jawab Oik dan tersenyum manis sama gue . Kayanya Angel makin gak suka . hahah rasain lo Ngel , nyebelin sih lo ! umpat gue dalam hati
Gue sama Oik duduk sebelahan , dan Angel duduk depan gue .  

“Permisi , mau pesan apa ? “ Seorang waiters meghampiri meja kami .

Hot Cappuccino sama ..... Hot Chocolate kan yang ? “ Gue pesen minuman favorite gue sama minuman favorite gue kalo lagi di coffeetoffee, Oik tersenyum mengiyakan .

“Eh iya kak Angel mau pesen apa ? “ Tanya Oik berusaha tidak mengasingkan Angel
Angel diem Cuma natap Oik makin gak suka ,tapi akhirnya ngomong meskipun dengan nada ogah-ogahan .

“Gue sama kaya Cakka aja , Hot Cappuccino .”

“Oke  saya ulang pesanannya ya , 2 Hot Cappuccino dan 1 Hot chocolate . Silahkan tunggu sebentar . “ Jelas waiters ramah dan tersenyum lalu berlalu dari meja kami .
Gue yang menyadari dari tadi Angel melototin Oik terus , jadi buka topik .

“Eh , lo gak keberatan kan gue ajak Oik kesini ? “

“Hah ? ... eh kirain kita Cuma berdua . Tau nya ngajak ... dia ! “ Jawabnya agak kagok karena tiba-tiba gue nanya ,, dan lagi-lagi Angel tak mau menyebut nama Oik , Cuma ‘dia’ itu pun dengan nada judes minta ampun . Oik Cuma memperhatikan Gue sama Angel , kayanya sih Oik takut salah bicara .

“Haha .. Oh iya lo pasti udah kenal sama Oik kan  ? “

“Gak , gak penting banget kenal sama dia “ Jawab Angel yang bikin gue enek , gue sih coba pasang tampang biasa aja , tapi Oik kayanya makin tambah ngerasa gak enak .

“Eh yang , abis ini kamu mau kemana ? “ Tanya gue manas-manasin Angel
“mmm , kalo kita nonton masih keburu gak ya ? aku mau nonton “ Jawab Oik manja yang bikin Angel tambah males dengerinnya

“Hmmm yaudah aku temenin deh “ Kata gue sambil nyubit hidungnya pelan
Tapi tiba-tiba waiters yang tadi , dateng bawa pesenan kita . Abis si waitersnya balik keasal , si Angel mulai nanya-nanya sama Oik .

“Eh lo , bukannya gue udah peringatin lo supaya lo nyadar siapa yang berhak dan gak buat deketin Cakka ! “ Angel meluapkan kekesalannya yang tadi . Gue senyum , perangkap gue udah kebuka tinggal gue yang mancing dia supaya terperangkap .

“Lo udah peringatin Oik ? wah hebat banget ya lo Ngel , salut gue sama lu . “

“Iya kka , kemarin disekolah gue udah ...... “ Kata Angel semangat tapi mendadak ngegantungin kalimatnya karena menyadari apa yang dia bilang bakal jadi bomerang buat dia sendiri. Gue yang ngeliatnya tersenyum kecut .

“Hah , Angel.. Angel . Lo gak tau Oik ini siapa nya gue ? “

“Dia ini Calon ibu buat anak-anak gue nanti ! “ Lanjut gue sambil ngerangkul Oik , Oik Cuma merhatiin kita dengan wajah cemas .
“Ha ? mak..maksud lo ? “ Tanya Angel kaget setengah mampus .
“Lo belum ngerti juga ? Siapa yang lebih pantes buat deketin gue dan siapa yang nggak ? “ Tanya gue makin sinis sama Angel .

Angel Cuma geleng-geleng prustasi dan gak terima sama kenyataan yang barusan gue bilang , dan dia tersenyum kecut kearah Oik .

“Kamu sama dia ?! tunangan ?! “ Kata Angel berdiri dari kursinya , nunjuk Oik sama gue bergantian . Gue Cuma tersenyum pernuh arti .

Dan angel makin naik darah dengan menggebrak meja , tiba-tiba dia mengambil secangkir Hot cappuccino yang belum sempet dia minum setegukpun dan diluar dugaan gue dia nyiram Oik sama hot capuccino tepat dibagian dada , gue sama Oik sama-sama terkejutnya . Dan sepertinya Oik kepanasan sama Hot Capuccino yang mengenai sebagian besar dadanya itu .

Gue langsung berdiri tak terima .

“Eh Ngel , keterlaluan lo ! “ Angel malah pergi tanpa sepatah katapun tanpa rasa bersalah sedikit pun .
Dan gue beralih pada Oik yang masih kepanasan .
“Sayang , kamu gak apa-apa ? “ Tanya gue melihat Kemeja putih Oik berubah menjadi coklat dibagian dada tadi .

“awww. Agak sedikit panas , tapi gakpapa . “ Jawab dia dan bangkit dari kursinya .
“Aku ketoilet dulu ya . “
“Aku anter . “ kata gue khawatir
“Gak usah kka , aku gakpapa . “ Jawabnya meyakinkan
“Yaudah , aku tunggu disini . “Oik hanya mengangguk dan langsung ngacir ke toilet .

Sambil nunggu Oik , gue minta bill sama waiters yang tadi dan bayar minuman yang tadi kita pesen . Gak lama Oik udah ada didepan gue tapi dia kelihatan kedinginan karena noda cappuccino tadi dia basuh sama air sampe kemejanya basah dibagian yang kena noda . Refleks gue lepas jaket gue dan gue pakein sama Oik .

“kamu pake aja yang , nanti masuk angin . “
“Kamu ? “ tanya Oik balik mengkhawatirkn gue
“Gakpapa , aku udah kebal sama angin malam . yaudah kita langsung pulang aja ya . “ Ajak gue dan ngerangkul Oik , supaya dia gak kedinginan . Gue takut jaket gue gak ada pengaruhnya sama dia . Oik mengangguk mengiyakan .

Diperjalanan keparkiran motor

“Yang , aku minta maaf ya , gara-gara aku kamu jadi disiram sama si Angel itu . “ sesalku pada Oik , dia hanya tersenyum
seperti biasa
“hahah , bukan salah kamu sayang . bukan salah siapa-siapa juga . Gak usah minta maaf ya . “

Gue senyum denger jawaban dari Oik dan nyium ujung kepalanya yang tepat ada didepan bibir gue .
Gue mandangin keadaan sekitar dan berhenti sama sosok perempuan yang sangat gue kenal , meskipun sudah banyak yang berubah tapi gue tetep yakin kalo itu dia .dia gandengan sama cowok yang tingginya sepantar.

Dia ?beneran dia ? udah balik ? gumam gue dalam hati .

Sebuah perasaan yang gak gue kenal pun menyeruak dihati gue.
READ MORE - SPEED MARRIED 6 ( SURPRISE )

SPEED MARRIED 5 ( JEALOUS )


Latihan basket kelar , gue langsung nyusul Oik kekantin . Tadi gue liat Oik kekantin sama temen-temennya . Pas gue nyampe kantin Ternyata anak-anak lagi pada ketawa-tiwi , tapi tanpa Oik . Loh ? Oik mana ?

“Loh Vi ? Oik mana ? “ Tanya gue sama Sivia , anak –anak yang lain masih asik ketawa-tiwi Cuma si Oliv yang nyadar kalo gue ada disitu .

“Eh Cakka , pacarnya Oik ! Cari Oik ya ? “ Tanya Oliv dengan suara cemprengnya dan berhasil narik perhatian Agni sama Acha.

“Dia ke toilet kka . “ Jawab Via  menjawab pertanyaan gue tadi

“Mending lo susul deh kka , udah daritadi soalnya . “ Saran Acha yang diikuti anggukan dari Agni

“Yaudah , gue susul ya . bye ! “ Pamit gue dan nyusul Oik ke Toilet . Sebelum gue pergi gue ngambil satu botol air mineral dan bayar dikasir kantin .

Sambil jalan menuju toilet , gue buka segel kemasannya dan karena gue orangnya suka sama kebersihan , gue cari tong sampah . Nah , depan UKS ada tempat sampah tuh ! Gue berhenti sebentar buat ngebuang segel plastiknya tapi pas gue mau lanjutin perjalanan gue menuju toilet , gue denger ada suara orang nangis di UKS . Karena penasaran , gue ngintip deh lewat jendela . Loh ?! kayanya gue kenal tuh ?

Oik ?! bukannya itu Oik ya ? Loh sama siapa dia ? cowok ?! OH shit ! Cuaca panas dan kejadian didepan gue ini berhasil bikin darah gue mendidih ! Gila aja tuh cowok , rangkul-rangkul Oik seenak jidatnya ! Karena Emosi gue buka pintu UKS sedikit kasar . Dan itu berhasil bikin Oik sama cowok disebelahnya melihat kearah gue .

“Ik ! ngapain kamu disini ? sama... sama Obiet ?! “ Marahku dan menunjuk-nunjuk cowok disebelah Oik , Obiet . Tapi darah gue mendadak beku pas lihat mata sama hidung Oik merah banget . Oik nangis ? why ?
Tak peduli pada kelakuan gue tadi , gue langsung lari nyamperin Oik dan ngelepasin rangkulan Obiet dan gue yang rangkul Oik , Obiet ngalah dan menghindar , berdiri tepat didepan gue sama Oik . Oik balas meluk gue dan nangis sesenggukan didada gue . Gue elus-elus kepala Oik dan mempererat pelukan gue.

“Eh biet ! kenapa lo bikin Oik gue nangis ?! “ Tanya gue sinis sama Obiet yang merhatiin Oik dengan tatapan ‘sayang’ . Damn gue jealous !

Mendengar gue sinis sama Obiet , Oik bangun dari pelukan gue dan ngusap matanya yang udah merah banget sama airmata itu .

“O...obiet gak salah kka . dia gak tau apa-apa . “ Bela Oik dengan suara sesenggukan dan parau. Gue Cuma mandang Oik dan memilih untuk mendengarkannya .

“Ma..makasih ya biet . Udah ada Cakka kok , aku nggak apa-apa . “ Oik beralih menatap Obiet yang ada didepannya . Obiet menjawabnya dengan sebuah senyuman , dan Obiet melangkah menghampiri Oik dan mengusap kepala Oik pelan , gue yang ngeliatnya langsung tangkis tangan Obiet biar gak lama-lama nyentuh Oik gue ! Obiet keliatan gak suka dan balas natap gue sinis . Tapi kemudian berubah ramah ketika bicara sama Oik .

“Oik jangan nangis lagi ya , Oik harus selalu senyum seberat apapun masalah yang Oik hadapi . “ Obiet menasehati Oik dan sedikit membungkuk untuk mensejajarkan pandangannya dengan Oik yang memang duduk dipinggir kasur . Gue makin gak suka sama tingkah si Obiet depan gue , gue langsung dorong pundaknya sama tangan kiri gue karena tangan kanan gue masih meluk Oik . Sekali lagi , Obiet tak bicara apapun sama gue dan malah ngeliat gue dengan tatapan sinis . Kemudian dia melangkah pergi meninggalkan UKS .

Obiet , dia senior gue sama Oik . Obiet pernah nembak Oik didepan mata gue pas acara kenaikan kelas semester kemarin . Gue yang emang pacar nya Oik langsung narik tangan Oik dan ngomong sama Obiet ‘Oik pacar gue ! Lo jangan coba-coba ngambil dia dari gue !’ dan gue langsung ngajak Oik pulang . Tapi sampai saat ini si Obiet ternyata belum nyerah juga buat ngedapetin Oik dari gue . Well , gue gak akan ngasih kesempatan si Obiet buat bisa caper sama Oik !
Pandangan gue beralih sama Oik .

“Sayang , kamu sebenernya kenapa sih ? “ Tanya gue lembut

Oik bangun dan menatap gue dengan matanya yang masih terlihat akan mengeluarkan air mata lagi , sesaat kemudian Oik malah meluk gue erat banget . Seakan gak mau kehilangan gue .

“Aku sedih kka ! aku gak terima dia ngejelek-jelekin mama sama keluarga aku .! “ Jelas Oik mengeluarkan semua emosi dan kesedihannya dalam pelukan gue . gue Cuma bisa mendengarkannya dan membelai kepala Oik sayang , dan menenangkannya .

“Cup .. cup .. cup .Yang udah bikin Oikku nangis siapa sih ? “ Tanya gue lembut mengerti perasaannya.
“Gak mau bilang .. “ Jawab Oik sedikit lebih tenang dan manja , dan Oik melepaskan pelukannya . gue yang melihat Mata dan pipi Oik basah , langsung mengusapnya dengan kedua tangan dan membereskan tatanan rambutnya yang agak berantakan .

“Emangnya aku gak pantes ya deket-deket sama kamu ? “ Tanya Oik tiba-tiba ketika gue masih mencoba merapikan tatanan rambut Oik , sedikit terkejut mendengarnya .

“Siapa sih yang ngomong yang nggak-nggak gini sama kamu ? “ Tanya gue lembut , menatap mata Oik dan menggenggam kedua tangan Oik .

“Kak Angel . “ Jawab Oik akhirnya dengan suara pelan dan membuang muka menatap pintu ruang UKS yang tertutup .
“Angel ?! “ kata gue sedikit jengkel , Oik hanya mengangguk meng-iya-kan .

“Hmmmm , yaudah kamu jangan fikirin kata-kata yang gak berguna gitu ya . Dia Cuma sirik sama kamu . “ Jawab gue santai dan kembali menarik Oik kedalam pelukan .

Sialan si Angel ! berani banget ng labrak Oik gini ! awas ya Ngel , gue yang bales semuanya ! Umpat gue dalam hati.

Setelah Oik sudah lumayan tenang dan juga mata hidungnya sudah tak terlihat merah , gue menyuruhnya pergi ke toilet untuk membasuh mukanya setelah itu  mengantarnya kekelas . Karena masih ada dua jam pelajaran yang masih harus kami ikuti .

Dan sekarang , yang harus gue urus itu si Angel .

Pas udah nyampe dikelas , gue langsung nyamperin si Deva . Kebetulan Guru Geografi belum masuk .
“Dev , gue minta no HP , atau Pin nya si Angel . Lo punya kan ? “ Tanya gue sama Deva sedikit berbisik
“Ada kok . Kenapa lo ? tumben ? “ Tanya Deva setengah berbisik juga
“Biasalah , ada urusan . Sms in ya . atau BBM in ke gue . “
“Sipppp...okeh “

Percakapan kami pun terhenti karena Pak.Sunter guru Geografi kami memasuki kelas . Gue tersenyum sendiri setelah Deva memngirimkan No.HP Angel , karena teringat rencana yang udah tersusun dikepala gue .
READ MORE - SPEED MARRIED 5 ( JEALOUS )

SPEED MARRIED 4 ( SEBUAH RESIKO )


Cakka memang ganteng , dan bisa dibilang punya segalanya . Tapi bukan itu yang membuat aku mencintainya . Lebih dari apa yang dia punya , entah apa yang aku suka darinya yang jelas dia seperti kutub magnet yang terus menariku untuk lebih menyukainya dan akhirnya terjebak di inti magnet itu dan tak bisa lepas .

Punya suami yang di elu-elu kan kaum hawa membuatku sedikit cemas dan khawatir . Karena semua wanita pasti akan tertarik dengan apa yang Cakka punya , banyak sekali jenis wanita yang aku tahu sempat mengejar-ngejar Cakka bahkan sampai sekarang . Misalnya kak Angel , dari pertama kami mengikuti Masa Orientasi Siswa dia sudah berusaha untuk bisa dekat dengan Cakka . Mulai dari jadi pemandu untuk kelas Cakka selama MOS , mengikuti ekskul yang Cakka ikuti yaitu modelling , ikut gabung sama team chearleader karena Cakka emang salah satu Tim basket sekolah  dan masih banyak lagi usaha Kak Angel buat deket sama Cakka . Tapi untungnya Cakka gak pernah ambil pusing . Dia bilang ‘Cakka just interested with Oik , other isn’t important’ .Ya mudah-mudahan saja kata itu berlaku untuk selamanya .

Mencintai dan dicintai Cakka itu menurutku resiko yang cukup besar . Selain karena aku gadis biasa dan berasal dari keluarga yang biasa juga . Semenjak cewek-cewek itu tahu kalo Cakka itu pacarku , mereka yang tadinya deket dan akrab sama aku , berubah 180’ . Jadi sering menyindirku dengan kata-kata , menatapku dengan tatapan sinis , bahkan ada juga yang megirimi surat kaleng . Tapi untungnya Acha , Sivia , Agni sama Olivia masih tetap jadi sahabatku . Aku jadi merasa seperti lucky girl yang bisa menikah dengan seorang  pangeran .

Jam istirahat pertama , Aku , Agni , Sivia , Acha dan Olivia pergi kekantin seperti biasa . Dan seperti biasa juga , jam istirahat pertama Cakka selalu berlatih basket dengan teman-temannya .

“Eh Ik , emangnya lo mau honeymoon kemana sih sama Cakka ? “ Tanya Sivia sedikit berbisik dan yang bisa mendengar hanya kami ber empat , kebetulan Oliv lagi ngambil minum di lemari es yang emang cukup jauh .
“Hah ? emang lo sama Cakka honeymoon juga Ik ? “ Tanya Agni kaget
“Yaiyalah , Ni . Cakka sendiri yang bilang . “ Timpal Acha
“Duuuh , gue juga gak tau guys . Cakka belum bilang apa-apa sama gue . “ Jawabku seadanya
“Eh tapi Ik , emang lo sama Cakka ... boleh ngelakuin ‘itu’ ? “ Tanya Agni dan mengangkat kedua telunjuk dan jari tengahnya di atas kepalanya mengisyaratkan ‘tanda kutip’
“Yaelah Ni , mereka berdua kan udah muhrim . “ Jawab Via enteng dan mendapat anggukan dari Acha
“Tapi Ik ,by the way emang lo udah siap ? “ Via malah tambah memojokanku dengan pertanyaanya.
‘Aduh , apaan sih anak-anak bahas beginian !’ umpatku dalam hati
“Duh , apaan sih pertanyaannya gak mutu ! gue ke toilet dulu ! “ Jawabku akhirnya dan sengaja mengalihkan pembicaraan dan langsung melengos ke toilet .
“Eh Ik ?! aaah gak asik lu ! “ Jawab anak-anak merasa tak puas
“Eh Ik , mau kemana ? “ Tanya Olive yang baru datang mengambil minuman tadi
“Toilet ! “ Jawabku singkat dan buru-buru pergi ke toilet karena takut ketauan kalo pipiku mungkin udah ng blusss kaya jeng kelin .
“Eh kenapa tuh si Oik ? “ Tanya Oliv sama anak-anak , yang masih penasaran.
“Lagi M ! “ Jawab Agni ngasal , dan bisa mengobati rasa penasaran Oliv . Oliv hanya membentuk mulutnya menjadi huruf ‘O’ dan duduk dikursinya yang ia tinggalkan tadi .

Aku menuju toilet yang paling dekat dengan kantin , melewati lapang basket dan kelas Cakka . Aku langsung masuk dan membasuh mukaku di washtaffel , mencucui tanganku dan melihat pipiku yang memang sudah berubah warna agak mirip dengan jeng kelin  , dan aku membasuh mukaku sekali lagi . ketika aku hendak melihat kembali wajahku dicermin , tiba-tiba sudah ada kak Angel dan kedua temannya yang berkacak pinggang disebelah kiriku dekat pintu . Aku tersenyum menyapa dan hendak pamit , tapi kak Angel malah menghalangi jalanku .

“Maaf kaka , aku mau lewat . “ Kata ku seramah dan sehormat mungkin
“Eh Oik ! gue mau ngomong ya sama lo ! “
“Ngomong apa ya kak ? “ Jawabku santai
“Lo gak usah deh deket-deket sama Cakka lagi ! Lo ini gak nyadar banget sih , Lo ini Cuma ... “ Marah kak Angel yang tanpa sebab dan tiba-tiba seperti ini
“Cuma apa Ra ? “ Kak Angel tak melanjutkan kata-katanya , dan menyuruh kak Zahra untuk melanjutkannya
“Anak kampung ! udik ! “ Maki kak Zahra padaku
“Dan gak tau malu ! “ Tambah kak Nadya

Aku mencoba sebiasa mungkin dan memang aku tidak tersinggung dengan umpatan mereka , karena aku memang ‘mungkin’ seperti apa yang mereka bilang .

“Gak Cuma itu ! Lo juga gak pantes deket-deket sama Cakka yang dari keluarga terhormat sedangkan lo ?! “ Kak Angel memakiku habis-habisan dan apa-apaan pake bawa-bawa keluarga Cakka segala ? aku sempat kaget dan memilih diam untuk mendengarkan apa yang akan dikatakan kak Angel .

“Keluarga lo itu gak jelas ! Nyokap lo , dia ngelahirin lo tanpa ayah ! alias lo itu anak haram ! dan sekarang apa ? nyokap lo gak mau ngakuin lo jadi anaknya ! nyokap lo ninggalin lo gitu aja kan ?!  “

Apa ?! kak Angel keterlaluan ! Aku gak keberatan kalo dia maki-maki aku . Tapi aku gak terima Mama dan keluarga ku dijelek-jelekin kaya gini !

Sayangnya aku sudah tak kuat untuk mengucapkan kata-kata itu . Mataku perih dan hatiku terasa ngilu , dan aku memang paling sensitif kalau sudah ada yang menyinggung masalah keluarga seperti ini , apalagi membawa-bawa mama . Merah dipipiku tak lagi terlihat , dan kini rona merah itu berpindah kehidung dan mataku . Aku menangis , aku ingin sekali membalas perkataan kak Angel dan teman-temannya . Tapi suaraku tercekik oleh air mata yang terus mengalir , aku masih bisa mengontrol agar tangisku tak pecah . Aku berusaha mengontrol suaraku walaupun sedikit parau .

“Kak Angel gak usah sok tahu ngurusin keluarga ku ! Kak Angel gak tau apa-apa ?! Dan jangan pernah jelek-jelekin mama Oik ! “

Ya mungkin kata itu yang bisa kuucapkan sekarang , dan aku langsung menghapus air mataku yang tak berhenti mengalir dan langsung keluar dari situ meskipun harus menerobos kak Angel dan teman-temannya .

Setelah aku keluar , aku bingung harus kemana . Kekantin ? anak-anak bisa heboh karena melihat mataku yang merah dan aku belum bisa mengontrol air mataku sepenuhnya . Kembali kekelas ? tapi banyak anak-anak lain di koridor menuju kelas ku . Aku panik mencari tempat untuk menenangkan diri dan mengontrol air mataku , dan saat itu aku melihat UKS . Aku pikir UKS tempat yang aman , selain karena tak jauh dari toilet , koridor di daerah UKS sepi tapi UKS tepat berada didepan lapang basket . Tak peduli ! Aku langsung berlari ke UKS dengan membungkam mulut dengan tangan kiriku agar  tangisku tak mengeluarkan suara .

Sesampainya di UKS , aku duduk di pinggir kasur dan menenggelamkan wajahku kepangkuanku dan keduatanganku diantaranya .

Mama ! maafin temen-temen Oik udah ngejelek-jelekin mama , mereka gak tau apa-apa ! maafin Oik gak bisa jaga nama baik mama , gara-gara Oik mama jadi di fitnah yang nggak-nggak !  kataku dalam hati disela-sela tangisku

Tiba-tiba ada yang membuka pintu UKS dan menutupnya kembali .

Aduh , gimana ini . apa ada anak yang pingsan dan sekarang dibawa kesini ?

Sebelum aku melihat siapa yang datang , aku menghapus airmataku dari pipi dan mataku yang basah . Sebelum aku mendongkak , suara yang sangat aku kenal tiba-tiba terdengar disampingku , dan sebuah tangan merangkulku hangat .
READ MORE - SPEED MARRIED 4 ( SEBUAH RESIKO )

SPEED MARRIED 3 ( SEKOLAH HEBOH )


Setelah selesai sarapan , gue berangkat bareng Oik kesekolah . Dan jujur gue seneng banget . Soalnya ini pertama kalinya Gue sama Oik Breakfast Cuma berdua , dirumah kita , dan makanannya bikinan gue sama Oik . Ya meskipun Nasi gorengnya agak gosong karena gue lupa ngecilin api. Well , it’s make me Glad !

Baru nyampe gerbang . kita , Lebih tepatnya mobil gue , soalnya kalo gue sama Oik gak mungkin jadi pusat perhatian karena kaca mobil ini warna gelap . Anak-anak cewek  terus merhatiin mobil ini . Satu kata dalam pikiran gue ‘cewek matre’ . Mereka mungkin ngira ada murid baru yang ganteng , mobil keren , dan punya tongkrongan kece yang bisa mereka gebet . Gak lama gue nemu parkiran yang kosong , gue dan Oik turun barengan . Gue langsung nyamperin Oik diseberang mobil dan meluk pinggangnya dengan tangan kanan gue , sedangkan tangan kiri gue bawa backpack . Pas kita papasan sama cewek-cewek yang dari tadi melototin Juke gue , mereka langsung masang tampang sinis sama Oik dan sok manis didepan gue .

“kaka , jangan terlalu begini dong , aku disinisin tuh sama cewek satu sekolahan . “ Bisik Oik padaku karena menyadari tatapan sinis cewek satu sekolahan dan melepaskan tanganku dari pinggangnya.
“Aku gak peduli iik sayang ! “ jawabku dan langsung menggenggam tangannya.
“Tanggung jawab kalo sampe aku kenapa-napa !“ Marah Oik dan membalas tatapan sinis itu dengan senyuman manis lebih tepatnya tersenyum kikuk, aku hanya tertawa ringan dan melanjutkan langkah kami menuju kelas Oik .

Kami memang ditingkat yang sama . Bedanya , Oik dikelas Sosial 3 dan gue di Sosial 1 . Kelas kami cukup berjauhan , dipisahkan oleh sebuah lapangan basket . Sesampainya dikelas Oik , gue liat Sivia lagi ngobrol sama Acha mereka emang satu kelas , kecuali Agni dan Oliv.

“Loh Oik ? Lo kok sekolah sih ? “ Tanya Via ketika kami sampai didepan kelasnya
“Loh ? gak boleh ya ? “ Jawab Oik bingung
“Lo ... sama ... Cakka gak ... “ Seperti mengerti jalan pikiran Sivia , Acha melanjutkan pertanyaan buat Oik dan menatap Oik sama gue bergantian . Acha tak melanjutkan pertanyaannya yang masih sepotong , malah membisikan sesuatu ketelinga Oik .
“hahahah ... Otak lo tuh ngeres “ setelah mendengar apa yang dibisikan Acha , Oik malah tertawa .
“Apaan sih ? “ Tanya ku penasaran
“Itu loooh kka ... “ Oik tak melanjutkan kata-katanya , dan memilih bertelepati denganku dan aku langsung mengerti.
“Ooooh , itu ... kita tunda lah , masa kita bolos ? ngambil resiko aja . “ Jawabku santai Sivia dan Acha hanya membuka mulutnya dan membentuk huruf ‘O’
“Tunda ? berarti ada dong ? “ Timpal Oik terlihat bingung
“Loh ? emangnya aku belum ngomong ya sama kamu ? “ Mendengar pertanyaanku , Oik hanya menggeleng polos.
“Kita pergi kalo liburan semester bulan depan , sayaaaang ! “ Jawabku gemas
“Serius kka ? aaaaaaaa kita mau ikut ! “ Timpal Via yang diikuti anggukan dari Acha
“Yeeeee ! ini acara gue sama Cakka ! masa kalian ikut ?! “ Jawab Oik sensi
“Tau ! “ Jawabku meng-iya-kan Oik
Sivia dan Acha hanya mendengus kesal
“Eh Vi – Cha , gue kekelas dulu ya . Titip Oik jangan sampe dicakarin sama cewek-cewek itu tuh ! “ Kataku sambil mendongkak kan kepala menunjuk segerombolan cewek yang dari tadi merhatiin gue sama Oik . Acha , Sivia dan Oik mengikuti arah yang gue maksud dan langsung mengangkat kedua jempol tangannya .
“Bereeees ! “

Pas gue balik kekelas , cewek-cewek dikoridor terus melototin muka gue . Segitu gantengnya kah gue sampe mereka gak bosen-bosen melototin muka gue ya ? Gue senyumin aja tuh semuanya biar pada GR ! Ya sekaligus gue gak mau image gue buruk didepan mereka semua . Dikira gue sombong lah , belagu , gue paling gak suka kalo sampe ada orang yang ngomong kaya gitu . Tiba-tiba ada cewek nyelonong nyamperin gue dan tangannya bawa Kardus warna pink dengan pita senada diatasnya . Dia berjalan berasa kaya model yang lagi jalan di catwalk , ditambah rambut panjangnya yang kena efek angin akibat gaya berjalannya yang lenggak-lenggok .

“Pagi Cakka .... “ Sapanya manis dan berhenti didepanku , otomatis aku juga ikut berhenti
“Pagi . “ Jawabku dengan senyuman , menjawab dengan seramah mungkin
“Ini , aku bawa cup cake buat kamu . Aku bikin sendiri loh kka . Terima ya “ Katanya sambil menyodorkan kardus ‘pink’ itu kehadapanku , dan aku menerimanya dengan senyuman kikuk .
“Makasih , angel . Gue duluan ya ! “ Aku menerimanya dan langsung berpamitan , gak mau gue lama-lama ngobrol sama dia , takut gue dipelet .
“Eh ? “ Katanya tersenyum , tapi senyumnya terlihat dipaksa .
Setelah gue jalan beberapa langkah , cewek dibelakang gue ribut-ribut .

“Ih angel , kok Cakka nya dibiarin pergi gitu aja sih ? Ah elu , itu kan kesempatan lo Ngel ! “

Hah ! Dasar cewek ! ternyata ngasih beginian ada maunya ! umpatku dalam hati

Sampe dikelas gue langsung nyari si Deva sama Ozy . Ternyata mereka lagi ngomongin Game Online baru dimeja belakang . Gue langsung nyamperin mereka sambil bawa Kardus ‘pink’ yang isinya cup cake ini .

“Hallooo masbro ! ngapain lo bawa-bawa kardus ‘pink’  gitu ?! “ Sambar Deva yang melihat kardus yang gue bawa .
“Lo ultah bro ?! terus ada yang ngasih kado pink itu ? “
“Kagak ! ini nih si Angel ngasih gue ini . Buat lo aja deh ! “ Jawabku dan memberikan si ‘pink’ sama si Ozy .
“seriusan nih buat gue ?! jangan nyesel lo , kalo udah ngasih jangan di ambil lagi ! “
“Iye , bawel ! “
“Lah Kue dev , mau kagak lu ? “ Deva melongok melihat isi si ‘pink’ itu kemudian langsung tersenyum dan mengambil cup cake langsung dia masukin kemulutnya .
“Lah kenapa nggak lo yang makan kue nya kka ?! “ Tanya Deva masih sibuk dengan cup cake dimulutnya
“Takut tu kue di jampe-jampein sama si Angel . Ogah gue ! “
“Ah elu mah , si Angel kan cantik , sexy , aduhai gitu . Masa lo tolak ? “ si Ozy nyerocos gak tau sikon dan gue jawab dengan toyoran dikepalanya .
“Wah lu Lupa sama si Oik zy ? “ Jawab Deva greget
“Oh iya ! sorry , sorry , gue lagi pikun . pisss masbro ! “ Jawab Ozy memukul keningnya  dan membentuk tangannya menyerupai huruf ‘V’.

Angel itu senior gue , dari pas pertama gue masuk sekolah ini , dia selalu caper sama gue , tapi gue gak ambil pusing . Memang sih si Angel itu sexy , cantik , dan aduhai . Tapi gue gak suka sama si Angel , terlalu menor , centil , dan gak tau malu. ditambah , kayanya dia matre . Gue paling gak suka cewek matre .
READ MORE - SPEED MARRIED 3 ( SEKOLAH HEBOH )

SPEED MARRIED 2 ( OIK IS MY WIFE )


Pagi-pagi sekali aku sudah bangun , tapi Oik sepertinya masih bermain dengan mimpinya . Aku terus memperhatikannya . Oik tidur sangat tenang , lebih tepatnya seperti orang mati . Mau ada petir sekeras apapun , sepertinya dia tidak akan pernah terbangun karenanya . Bibir Oik selalu terlihat lucu dan menggemaskan untukku , dan aku selalu ingin menciumnya lagi dan lagi . Bukannya terobsesi , tapi aku seperti tak ingin kehilangannya dan tak ingin bibir itu disentuh orang lain selain aku , egois memang . Aku mengecup bibir Oik sebagai tanda ucapan selamat pagi , tapi kecupanku membangunkan tidurnya . Oik menggeliat dan aku langsung menghambur kekamar mandi sebelum Oik benar-benar menyadari aku sudah menciumnya . Dasar Oik , giliran dicium langsung bangun . da kucing lagi berantem yang suaranya cempreng minta ampun gak bangun . Kaya Snow white dah dipikir-pikir . Bangun setelah dicium pangeran .

Ketika aku keluar dari kamar mandi , Oik masih terlihat mengantuk dan menopang dagunya dengan kedua tangannya dan melipat kedua kakinya diatas kasur .

“Hey ! “ Aku mengagetkannya supaya tak tertidur lagi , dan benar saja . Dia langsung melompat dari atas kasur .
“Kakaaaa !!! kalo jantung aku tiba-tiba berhenti gimana ? huh ! “ Jawabnya kesal . Tapi terlihat lucu untukku .
“Aku ganti deh , sama jantung aku ! “ Candaku ngasal
“Sembarangan ! “ Oik malah terlihat sewot . Dan dia langsung menuju pintu kamar mandi yang terletak disamping kiri tempat tidur kami . Tapi mendadak dia berhenti , dan membalikan tubuhnya kearahku .
“Kaka ! tadi perasaan ada yang nyium bibir aku ya ? “ Tanyanya dengan wajah polos dan berusaha mengingat . Bagus ! sepertinya Oik belum sadar tadi .
“ ha ? kamu mimpi kali , dicium pangeran ?! “ Jawabku berusaha biasa saja .
“Hah ? iyakaliya ? tapi kaya nyata banget . “ Oik kelihatan berusaha keras mengingat
“Udah lah , mandi sana ! “ Jawabku cepat-cepat , takut Oik mengingat kejadian sesungguhnya . Dan berhasil , dia mengangkat kedua bahunya dan langsung masuk kamar mandi . Sip ! Oik emang nurut sama gue !

Dari pertama gue kenal Oik 3 tahun yang lalu diacara birthday party nya ceweknya temen gue , yang ternyata temennya Oik juga . Pas gue gak sengaja numpahin Cola yang gue bawa dari meja minuman ke Dress Oik yang warna putih , tapi dia sama sekali gak marah dan malah senyum sama gue , hanya terlihat kaget saja. Saat itu juga gue , ya bisa dibilang fall in love at the first sight gitu lah sama Oik . Gue jatuh cinta sama senyumnya , super manis ! Saat itu juga gue selalu tanya semua tentang Oik ke temen gue yang juga emang lumayan deket sama Oik .

2 minggu PDKT , gue mutusin buat nembak Oik . Dan dia juga nerima gue ! Gak bisa gue lukis sama kata-kata deh betapa senengnya gue saat itu ! Kita pacaran , dan selama itu juga gue semakin takut kehilangan Oik dan rasa sayang gue buat Oik , ibarat matematika itu ‘tak terhingga’ . Akhirnya gue bujuk Kakek sama Bonyok gue buat ngerestuin pernikahan gue sama Oik dan tentunya gue minta izin lebih dulu sama Mae , neneknya Oik . Mae sih terserah Oik nya . Dan gue yakin Bonyok sama kakek gue pasti ngerestuin gue . Apalagi kakek , secara gue satu-satunya Cucu dikeluarga gue , dan kayanya satu-satunya pewaris tunggal perusahaan kakek . Tapi gue gak suka harus kerja depan monitor dan diruangan tertutup , gue lebih suka hidup dikenal banyak orang dan jadi sorotan utama dibidang perTelevisian . Dan saat ini gue sering ikutan modelling dibeberapa event yang cukup bonavit . Gue selalu jadi winner , ya paling banter jadi runner up. Gak heran lah , gue punya modal untuk itu dan gak usah diraguin , Oik juga support gue dalam hal ini .
Dan salah satu sifat yang gue suka dari Oik , dia gak pernah mandang gue dari keluarga yang serba ada atau seberapa banyak Saldo yang keluarga gue punya di beberapa Bank swasta dan Negeri . Dia tulus , gak matrealistis , sederhana dan apa adanya . Gue gak nyesel dan gak akan pernah nyesel jadiin Oik sebagai istri gue , meskipun harus dibelakang semuanya .
READ MORE - SPEED MARRIED 2 ( OIK IS MY WIFE )