Rabu, 13 Februari 2013

Who is 'KAY' ?

Dua setengah tahun bukan waktu yang sebentar untuk sebuah hubungan hasil perjodohan orangtua yang awalnya sama-sama ditentang oleh anak-anaknya . Tapi setelah dipertemukan dan saling mengenal satu sama lain , akhirnya mereka tak keberatan untuk mencoba saran dari orangtua mereka untuk bertunangan terlebih dahulu . Tiga bulan yang lalu tepatnya acara pertunangan itu telah berlangsung .

Seperti biasa dan sudah menjadi rutinitas , Cakka selalu menjemput Oik ketika jam mata kuliahnya sudah selesai . Oik adalah mahasiswi akuntansi semester 4 disalah satu Universitas swasta di Depok , dan Cakka mahasiswa arsitek semester 6 Universitas Indonesia .

“ Kka , aku laper nih . makan dulu yuk ? “

Cakka menggenggam tangan Oik yang sedang menggelayuti tangan kirinya manja dan sekilas tersenyum geli .

“Ck , kasian istri aku kelaperan “

“eh ? ralat ! masih calon ya “ seru Oik

“haha yaudah , kamu mau makan apa ?”

“mmm batagor ikhsan aja yuk ?” ajaknya antusia

“yaah udah kelewat tadi “

“Yaah mayeeer , kan bisa puter balik didepan “

“hehe ngerayu nih , pake manggil mayer segala “ jawab Cakka mencubit pipi Oik

“ya mayer ya ?” rayu Oik manja

“gampang , tapiiii.... “ Cakka menunjuk pipi sebelahkirinya dan tersenyum nakal

“ish ! pamrih nih “ Jawab Oik malah mencubit pundak Cakka

Do it or no ? “ ancam Cakka

“iya..iya” Oik sedikit bergeser kekanan dan ‘cup’ ! bibirnya mendarat dipipi Cakka singkat

“yaah bentar banget ? “

please ya Mr.Nuraga , kamu ini lagi nyetir nanti kalau kita kenapa-kenapa gimana ? “

“hehe , selama kamu sama aku ... “ Cakka memandang Oik lembut namun sekilas

“Aku bakal pastiin kalau kamu pasti baik-baik aja”

Oik tersipu , dan gelegar tawa Cakka memenuhi ruang didalam mobil

“yaah pipinya merah tuh “ goda Cakka

“yee ini blush on tauk ! “

“sejak kapan kamu suka pake gituan ? haha “

“ish , cakkaaa aku malu ! udah doong “

“ih gemes deh sama kamu ! “ aku Cakka mencubit pipi Oik dan langsung memerah

“aduuuh , sakit !”

“eh ? kekencengan ya sayang ? duh maaf maaf aku gak sengaja “ sesal Cakka dan mengusap-ngusap pipi Oik yang memerah

Oik hanya memanyunkan bibirnya kesal .

“abis kamu ngegemesin sih , sini aku cium biar sembuh “ goda Cakka

No ! kamu nyetir aja yang bener ih “

“iyaa tuan putri , hamba laksanakan “

Setelah memarkirkan Grand Livina nya , Cakka dan Oik menaiki tangga menuju lantai 2 diresto ‘Batagor Ikhsan’ . Setelah mendapatkan meja dan sudah memesan menu , mereka membahas perihal kegiatan dalam kelasnya masing-masing .

“Jadi ? kamu mau pergi berapa lama ? “ Tanya Oik sedih

“mmm sekitar satu minggu an . jangan sedih dong . “ Hibur Cakka menggenggam tangan Oik yang duduk didepannya

“hmm kamu pergi nya sama siapa ? “

“sama kelompok aku , 5 orang . “

Obrolan mereka terputus , karena seorang perempuan mengantarkan makanan mereka .

“kenapa harus Yogyakarta ? itu kan jauh banget “ Tanya Oik masih dengan nada sedih

“kesepakatan anak-anak yaang . kita lebih tertarik sama arsitektur Candi-candi kerajaan hindu kaya candi borobudur gitu . “

“hmm yaudah deh , kapan kamu berangkat ?”

“besok sore . “ jawab Cakka sambil menyantap Siomay dihadapannya

“yaaah besok sore aku ada praktikum “ Jawab Oik lesu

“udah , gak apa-apa kok . jangan sedih dong , tadi katanya laper kok gak dimakan siomay nya ? “

“hmmm “ Oik hanya menghembuskan napasnya lalu mengambil garpu dan sendok disebelah piringnya dan melahap siomaynya  tanpa semangat .

Setelah Cakka selesai dengan siomaynya , dia berpamitan untuk ke toilet dan meninggalkan Blackberry nya disebelah piring yang sudah bersih dari siomay . Tak berapa lama , Blackberrynya bergetar pertanda PING! Dari sebuah contac .Kkarena takut pesan urgent , Oik memutuskan untuk mengambil Blackberry Cakka dan membuka BBM nya , dan isi dari BBM nya membuat Oik mengangkat alisnya .


  • BBM aku dianggurin ! kamu lagi ngapain sih ?
  • PING!
  • PING!

“KAY ? “ gumam Oik bertanya-tanya

Belum sempat melihat Profil nya , Cakka keburu merebut BB nya dari tangan Oik yang sedang lengah . Kaget , Oik hanya mengerenyit dan memperhatikan tindak-tanduk Cakka yang sedikit gugup . Setelah membalas BBM nya itu , seolah sudah menebak-nebak apa yang akan ditanyakan Oik , Cakka menjawabnya .

“ Teman satu kelompok aku , tadi kita lagi ngebahas proposal yang . “

Tak ada jawaban , Oik hanya memandang Cakka dengan wajah datar dan membuat Cakka semakin gugup .

“eh ? yaudah , pulang yuk . “

Cakka bangkit dan menuju kasir yang ada disebelah kanan meja mereka . Oik memutuskan untuk tidak membahas ini , karena mungkin memang mereka sedang  membahas proposal . Meskipun firasatnya mengatakan lain .

Lima hari sudah Cakka berada di Yogyakarta , selama itu juga Oik mencoba untuk selalu berpositive thinking terhadap kelakuan Cakka selama lima hari ini . Mulai dari jarang mengangkat telepon-teleponnya , Personal Message nya yang selalu terupdate tapi BBM oik yang hanya di Read dan selalu membalasnya di pagi buta atau malam sebelum tidur saja . Sangat aneh untuk menarik kesimpulan kalau Cakka sedang sibuk dengan tugasnya menganalisis asitektur candi Borobudur , bukannya mereka berkelompok ?

Oik terus memikirkan ‘Yogyakarta , Yogyakarta , Yogya ....’ kemudian dia teringat tentang teman sekelasnya dan dekat dengan Oik yang sedang mudik ke Yogyakarta karena kakak perempuannya menikah . Kemudian dia mencari nama ‘ChaCha’ di contact BBM nya .
ΓΌ   

  •    PING!
  • Yo ?
  • Gue galau cha L
  • Galau kenapa kau ?
  • Cakkaaa
  • Kenapa tu anak ?
  • Udah lima hari di Yogya , dan kelakuannya aneh !
  • Hah ? jadi Cakka di Yogja ?
  • Iya . kok kaget kaya denger berita kecelakaan aja sih ?
  • Nggak . gue kira salah orang
  • Maksudnya ?
  • Panjang ceritanya , telp gue
  • Gak ada pulsa
  • Yee yaudah
  • Eh iyaiya bentar , gue ambil hape nyokp dulu
  • Lah ?
  • Biar pulsa gue gak kepake
  • X_x

“Hallo cha ? ada berita penting apa ? soal Cakka ya ?“

“santai mbak ! “

“maaf , gue lagi galau juga dimarahin “

“ah bodo , mau denger ceritanya gak ? “

“Iya , kenapa ? “

“Kemarin pas gue sama sepupu,keponakan,tetangga,emk,bapak,...”

“iyaiya se RT pokonya , terus ? “

“Nah kita kan ke Candi borobudur tuh , pas gue baru mau masuk candi otomatis gue tengadah dong buat ngeliat anak tangga . Nah ! pas itu gue ngeliat kaya sosok tunangan lo sama cewek gitu di undakan candi yang pertama . Ceweknya itu kalo gak salah rambutnya panjang agak ikal gitu , tingginya hampir sama lah sama cowok yang mirip Cakka itu . Nah mereka lagi foto-foto gitu , pose nya juga kaya orang lagi pacaran , makanya gue pikir gak mungkin lah itu Cakka , ditambah gue kan ngeliatnya dari samping . “

“......................”

“Ik ? ik ? Oik ! “

“eh iya iya , sorry “

“Lo gak apa-apa ? “

“Gak , gak apa-apa . Kalau boleh tau cowoknya pake baju apa ya cha ? “

“hmmm gak inget gue . Gue Cuma liat dia pake topi warna hitam plat emas gitu terus disisi yang gue liat ada bordilan balok nada warna emas juga “

“Topinya Cakka .... “ Jawab Oik lirih

“Eh ? kenapa Ik ? “

“nggak , makasih ya Cha informasinya . bye “

Ternyata firasat Oik ada benarnya , pikirannya langsung melayang kemana-mana . BBM yang Oik baca , Cakka merebut BB nya seperti orang panik , dan lima hari ini dia bertingkah sangat tidak wajar . Lumayan banyak bukti , tapi tidak cukup untuk mengambil keputusan kalau Cakka .... selingkuh . Berkali-kali Oik membantah pendapatnya sendiri kalau Cakka ada main dibelakangnya hingga ia kelelahan dan tertidur .

Dua hari setelahnya , Oik menelpon Bunda Ida menanyakan kepulangan Cakka . Oik melarang beliau untuk mengatakan pada Cakka kalau dia menanyakan dan akan menjemput kepulangan Cakka dari Yogyakarta itu . Dengan alasan ingin memberi Cakka kejutan tentunya . Setelah informasi didapat , Oik meminta Dayat untuk menemaninya ke Bandara Internasional , Soekarno-hatta . Dayat adalah teman baiknya ketika ospek , atau lebih tepatnya mereka saling kenal ketika Ospek yang diadakan jurusannya dan sampai sekarang menjadi teman baik Oik .

Setelah memarkirkan Rush nya , Dayat dan Oik menuju terminal kedatangan dalam negeri . Menurut bunda , Cakka Take Off dari Yogya pukul 15.00 dan sekarang sudah menunjukan pukul 16.50 , seharusnya mereka sudah terlihat . Oik berkali-kali melihat jam dipergelangan tangannya , ketika itu Dayat memberi tahu kalau dia melihat Cakka . Kemudin Oik mengikuti arah padang Dayat dan menemukan Cakka dengan empat orang lainnya menuju pintu keluar . 3 orang laki-laki dan 2 orang perempuan , yang satu berambut sebahu , dan satunya lagi rambut panjang agak ikal . ‘mungkin dia yang dimaksud Acha’ pikir Oik .

Karena sebelumnya Dayat sudah diberitahu semua kekhawatiran Oik dan untuk apa tujuanya kesini , mereka bersembunyi dibalik pilar didekatnya dan tetap mengawasi gerak-gerik Cakka . Tanpa disangka , Si perempuan berambut panjang itu berjalan kesebelah Cakka dan menggandeng lengan sebelah kanan Cakka . Mereka berdua berhenti , saling berhadapan dan terjadi percakapan entah apa karena jaraknya lumayan jauh . Cakka terlihat sedikit pucat dan si perempuan itu menyadarinya , kemudian dia mengusap sebelah pipi Cakka , dari gerakan bibir nya dia seperti berkata ‘are you ok ?’ , dan Cakka menjawabnya dengan senyuman dan meletakan tangannya diatas tangan perempuan  itu yang sedang mengusap pipinya . Sungguh pemandangan yang mampu membuat lutut Oik lemas , tapi untung dibelakangnya dayat menopang tubuh Oik .

“ ik ? “ Tanya Dayat untuk memastikan bahwa Oik baik-baik saja

Oik hanya mengacungkan jempolnya dan tersenyum meskipun senyum pahit  , meskipun sebenarnya dia dalam keadaan jauh dari kata ‘baik-baik saja’ .

Cakka dan teman-temannya sudah keluar dari terminal dan hendak mencari kendaraan untuk membawanya pulang . 2 lelaki dan perempuan berambut sebahu itu sudah menaiki Taxi . Sekarang tinggal Cakka dan perempuan disampingya . Dayat sudah berlari keparkiran untuk mengambil Rush nya dan mengendarainya sampai kedepan terminal dan memarkirkannya tak jauh dari tempat Cakka dan perempuan disampingnya berdiri . Ketika melihat mobil Dayat berhenti , Oik langsung mengendap-ngendap menuju pintu depan mobil Dayat .

Oik memutuskan untuk menguntit Cakka yang sudah menaiki Taxi yang di Stop nya bersama si perempuan tadi . Taksinya menuju arah Depok , dan berhenti tepat didepan pagar sebuah apartemen . ‘Apartemen’ ? perasaan Oik saat itu sudah campur aduk antara sedih , kecewa , dan marah . Semua tingkah laku Cakka seminggu belakangan ini , ditambah BBM dari contact bernama ‘KAY’ , terlebih kejadian yang barusan dia saksikan dengan mata kepalanya sendiri sudah lebih dari cukup untuk meyakinkan hati Oik , bahwa Cakka ....memang ... selingkuh . Tak terasa buliran bening jatuh dari kedua mata Oik , dan dengan segera dihapusnya . Dayat yang melihatnya jadi tidak tega .

“Ik ? kalau kamu gak yakin , mending kita pulang ya ? “

Oik hanya menggeleng , dan kembali menghapus buliran bening itu yang jatuh diatas pipinya .

“Lebih cepat lebih baik , meskipun mungkin nanti hasilnya adalah perpisahan gue sama Cakka ..... meskipun menyakitkan , gue coba buat ikhlas . Ya mungkin gue juga nanti bakal ngamuk-ngamuk “ Tawa Oik ditengah tangisnya .

Dayat hanya meremas bahu Oik sebagai tanda dukungan dia untuk Oik .

Melihat Cakka dan perempuan tadi keluar dari Taxi dan menuju gedung apartemen berwarna Coklat muda dan Cream itu , Oik dan Dayat pun turun dari mobilnya dan mengikuti Cakka dengan jarak yang cukup aman supaya tidak tertangkap basah .

Mereka menuju ke lift , lift nya terdiri dari dua pintu . mereka memasuki pintu lift sebelah kiri , sebelum memasuki lift yang sebelah kanan , Oik menunggu lift yang dimasuki Cakka berhenti dilantai berapa . Ternyata mereka berhenti di lantai 7 . Dengan segerat Oik dan Dayat memasuki lift sebelah kanan dan menekan tombol 7 juga . Ketika pintu lift Oik terbuka , dia melihat Cakka dan perempuan disampingnya berbelok kelorong sebelah kiri dan mereka berdua memasuki kamar nomor 78 .

Pikiran Oik tambah kacau . Tunangannya , masuk kedalam apartemen perempuan , malam hari , hanya berdua dan apa yang akan terjadi ? Dengan langkah gontai dan pikiran kacau oik hampir mengetuk pintu kamar si perempuan itu , dan Dayat berhasil mencegah Oik melakukannya .
Oik memandang Dayat sinis dengan mata merah karena sepanjang jalan tadi dia menangis .

“Percaya sama gue Ik , kalau dia bener-bener sayang dan cinta sama lo . Dia gak akan berbuat hal bodoh . “

“Tapi Day .... “

“Mending lo coba telepon Cakka , tanya dia dimana . Kalau misalnya dia gak jujur , terserah lo mau gimana . “

Oik hanya mengangguk setuju , dan Dayat melepaskan genggaman tangannya pada Oik untuk membiarkan gadis itu menelpon .

Oik menggeleng , memberi isyarat pada Dayat bahwa panggilannya tidak dijawab .

“Coba lagi . “ Titah Dayat

Dan tersambung

“Hallo ? “

“Sayang ? kamu udah sampe Depok belum ? “

“Oh udah kok , maaf ya gak sempet kabarin kamu . “

“Iya gak apa-apa . kamu dimana sekarang ? “

“Aku ... di ... di taman belakang nih lagi.....”

Dengan cepat Oik menahan panggilannya dan mengetuk pintu yang ada didepannya . Perempuan yang sedari tadi bersama tunangannya adalah yang membukakan pintu dan terlihat terkejut dengan kedatangan Oik . Kenapa harus terkejut ? bukannya mereka tidak saling mengenal ? oooh atau dia tahu bahwa Oik ini adalah tunangannya Cakka dan mereka menjalin hubungan dan pura-pura tidak tahu bahwa Cakka sudah bertunangan ?

Setelah melihat Cakka berdiri dibelakang wanita dihadapannya ini dan membelakangi mereka , Oik kembali mengambil panggilannya .

“Sejak kapan taman belakang ada dilantai 7 K ? “ Tanya Oik dan memandang lurus-lurus ke arah Cakka yang sedang membelakanginya .

“Hah ? “ Jawab Cakka bingung dan langsung berbalik  “O ik ?!”

Cakka terlihat kaget setengah mati melihat Oik berdiri dengan wajah kusut dan mata merah sembab , wajah Cakka bertambah pucat saking kagetnya . Cakka langsung menjatuhkan BB nya dan dengan setengah berlari menghampiri Oik .

“Kamu kenapa sayang ? “ Tanya Cakka panik mengapit pipi Oik dengan kedua tangannya . Oik bergeming , hanya buliran bening yang menjawabnya .

Pandangan Cakka beralih pada Dayat yang sedari tadi berada dibelakang Oik .

“HEH ! LO APAIN CEWEK GU..”

‘Plak ! ‘ Tamparan oik yang keras berhasil membuat Cakka bergeming dan hanya menatap Oik lekat-lekat dengan mata sayu nya . Oik melihat sinar kepanikan disorot mata Cakka sekarang . Dia sedang mencoba menutupi kebenaran yang berada diujung tanduk .

Sementara Oik meredam tangisannya yang sudah pecah . Dayat menarik Oik kebelakang punggungnya dan dia berhadapan langsung dengan Cakka yang bergeming dengan wajah pucat dan wajah penuh penyesalan .

“elo yang ngapain man ! “ tuduh Dayat tajam , dia sudah mencengkram sebelah kerah kemeja Cakka dan melayangkan satu pulukan kewajahnya , tapi Cakka tetap bergeming dengan pandangan mata yang kosong . 

Oik yang berdiri dibelakang Dayat kini terjatuh duduk dengan suara tangis yang semakin menyayat hati siapapun yang mendengarnya .

Perempuan yang sedari tadi hanya menonton kejadian didepannya dengan wajah was-was akhirnya merelai amarah Dayat , melepaskan cengkraman Dayat pada Cakka . Perempuan itu merangkul Cakka dan hendak masuk kembali kedalam apartemen , tapi Cakka langsung melepas kasar tangan perempuan itu dari pundaknya dan terduduk didepan Oik memeluknya .

Oik terus-terusan berontak , berkali-kali memukul dada bidang Cakka . Tapi Cakka tetap bertahan memeluk Oik dan ikut menangis bersama Oik .

“Lepas ! “

Please ik , jangan nangis ik . aku gak tahan “ Ucap Cakka disela tangisnya

“Lepas !”

Cakka hanya menggeleng frustasi dan semakin mempererat pelukannya .

“lepasin gue berengsek !” Marah Oik

Cakka melepaskan pelukannya dan beralih mencengkram kedua bahu Oik , mencoba mengontrol tangisnya . Karena sejak pertama dia melihat Oik berdiri didepan pintu dengan mata merah dan sembab , hatinya seolah terkoyak sampai dia tidak bisa berfikir apapun . Dan malah menuduh Dayat atas kesalahannya sendiri . 

Karena tak tahan mendengar tangisan Oik yang semakin mengoyak hatinya dia pun ikut menangis .

“Iya ! kamu bener , aku emang berengsek . kamu boleh ngeluarin kata-kata kotor buat aku ik , aku emang pantes dapet itu dari kamu . Kamu boleh pukul aku sampe puas ik , aku pantes diperlakukan kaya gitu sama kamu . “ Marah Cakka pada dirinya sendiri

“Tapi aku nyesel Ik ! aku gak mau ngeliat kamu kaya gini ik , aku gak kuat . aku sakit liat kamu kaya gini . “ Suara Cakka melembut , dan Oik sudah mulai tenang .

Please ik , jangan nangis . “ Tambahnya , dan mengusap kedua pipi Oik yang sudah sangat basah oleh buliran bening tadi .

“Jangan nangis ya ... “ ucapnya lagi , kali ini dia membereskan tatanan rambut Oik yang sudah seperti sarang burung .

Oik hanya memandang Cakka tanpa ekspresi , dia juga melihat sorot mata Cakka nya yang dulu . Yang hangat , lembut dan mempesona . Tidak seperti tadi , sorot matanya yang kalut dan kosong .

“ Tinggal tambah blush on , kamu udah bisa jadi badut . “ Canda Cakka mencubit idung Oik yang memerah karena tangis nya .

Seketika Oik tersenyum dan memukul dada Cakka berkali-kali , tapi kemudian Cakka memeluknya erat dan hangat .

“Ekhm .. “ suara deheman  Dayat menyadarkan  Cakka dan Oik dari kemesraannya .

“Oh iya . kenalin , itu Kay , sepupu aku dari Yogyakarta . “ Cakka menunjuk Kay yang sedari tadi tersenyum menyaksikan adegan didepannya dengan kepalanya .

“Hai ... “ Kay tersenyum melambaikan tangannya pada Oik yang tengah membulatkan matanya , begitu juga Dayat yang sangat terkejut sampai hampir terjatuh seandainya tidak bersandar pada dinding lorong apartemen itu .

“Se..sepupu ? “ Tanya Oik kikuk

Cakka hanya mengangguk bingung .

“loh ? emang kamu kira siapa ? “

Oik tambah lemas , dan tak lama kemudian menangis lagi . menangis karena kebodohan , ketidak telitiannya sendiri , dan juga acara kucing-kucingan yang ternyata sia-sia , Oik merasa malu . Sangat malu .

Jadi , Kay itu sepupu Cakka dari Yogyakarta , dia pindah ke Depok 6 bulan yang lalu , satu Universitas dan satu fakultas dengan Cakka . Masalah BBM itu , Cakka sedang menyiapakan kejutan besar untuk Oik dan Kay membantu Cakka untuk mempersiapkannya . Kejadian yang dilihat Acha memang benar , tapi pose yang katanya seperti orang pacaran dan terkesan intim  itu , Cakka dan Kay yang sedari kecil sudah dekat memang hal seperti itu tidak asing untung mereka , Cakka sudah menganggap Kay seperti adiknya sendiri meskipun usianya hanya terpaut beberapa bulan . Kenapa Cakka jarang mengabari Oik ? itu sala satu ide gila Kay supaya kejutan yang dipersiapkan untuk Oik lebih bermakna meskipun sepertinya tidak sampai harus begitu . Dan kenapa Cakka berbohong ? Karena kalo sampai mengatakan yang sebenarnya , Oik pasti akan tanya siapa itu Kay ? ngapain di apartemen berdua doang ? dan sebagainya-dan sebagainya . Dan Cakka menyangka kalau Oik menangis sebigini memilukannya gara-gara dia berbohong , mengatakan sedang ditaman belakang tahu nya sedang berada diapartemen sepupunya sendiri . Karena Oik paling sensitif dengan kebohongn sekecil apapun itu .
Well , Kejutan besar untuk Oik adalah .... Cakka merencanakan acara Candle Light Dinner diatap gedung apartemen Kay yang berlantai 20 untuk melamar Oik dimalam Valintine besok . Yah siapa sangka sebelum kejutan yang sebenarnya terlaksana , Oik sudah lebih dulu mendapatkan kejutan dari kedekatan hubungan Kay dan Cakka . Kejutan diatas Kejutan .



 END

Special Thanks
Cakka Nuraga *as always
Oik Ramadlani *as always
Foto yang beredar heboh dikomunitas CL --V
Readers
READ MORE - Who is 'KAY' ?

Kamis, 03 Januari 2013

My Quotes

Hi blogers :) kali ini gue mau posting beberapa quotes yang pernah gue tulis dari hasil kegalauan gue kemarin-kemarin . Ternyata galau juga ada sisi positif nya ( dan memang banyak ) salah satunya kita jadi bisa merealesasikannya lewat sebuah tulisan atau kata bijak dan siapa tahu bisa bermanfaat buat orang lain yang ngerasain hal yang sama ,itu nambah nilai plus lagi untuk sebuah kegalauan :)

Oke deh , to the point aja ya . Check this quotes

17 September 2012

'Aku ingin menawarkan bahuku untukmu bersandar ketika kamu disakitinya . Tapi , pada siapa aku harus bersandar ketika aku sakit karenamu ? ' 

' Kamu tidak akan pernah tahu , bahwa selama ini selalu kusisipkan namamu dalam semangatku menjalani hari tanpa kamu '

'Tahukah kamu berapa banyak air mata yang jatuh hanya untuk melupakan satu nama dihati ? tak terhitung '

'Mungkin , dalamnya cinta agnes monica masih kalah dengan dalamnya luka di hatiku karena terus menyayangimu '


Itu quotes gue bikin pas gue lagi galau akut gara-gara mantan gue yang udah move on jauh didepan gue


30 Desember 2012

'Berkali-kali jatuh , berkali-kali sakit , berkali-kali juga gue bangkit '

' Meskipun gue gak pernah berhenti berharap , tapi untuk saat ini belum ada harapan apapun , let it flow '

'  Hal terbaik yang bisa gue lakukan sekarang adalah mencoba meredan keegoisan gue sendiri '

' Gue lagi berusaha introspeksi diri sendiri , berusaha buat gak nyalahin diri sendiri , apalagi nyalahin orang lain '


Kalau quotes yang ini gue bikin pas gue lagi down , gara-gara gue ngerasa gue udah jadi korban PHP .

Cuma segitu sih , lain kali gue posting blog lagi deh kalau gue lagi galau terus tiba-tiba quotes-quotes itu terbang di kepala gue :) promies .

Intinya , semua hal yang terjadi dalam hidup lo itu punya nilai positif sebisa-bisa nya kita aja nyari nilai positif nya itu kaya gimana :)

Thanks for Reading
READ MORE - My Quotes

Minggu, 09 Desember 2012

Nothing But Something



Hi Guys ,

gue mau numpahin semua unek-unek yang entah dari kapan bersarang difikiran gue dan membuat hati gue gak tenang .

gue mau tanya , Pernah gak kalian hampir menyesali keputusan kalian ? atau bahkan mungkin sudah benar-benar menyesali keputusan itu ?

Saat ini gue ‘Hampir’ menyesal  dan hampir menyerah sama keputusan yang udah gue ambil dengan ‘mungkin’ kurang pertimbangan ini . Bukan tentang cinta . tapi iya sih , tentang cinta gue sama orangtua dan keluarga , tentang masa depan gue . Agak privacy sih , tapi gue gak berani cerita sama siapapun teramasuk sama orang terdekat.

Dari kecil gue dibebasin milih apa yang gue mau selama itu baik dimata orangtua gue . Termasuk untuk pendidikan , mereka ngebebasin gue untuk milih sendiri sekolah mana yang gue mau , pasti seneng dong dibebasin kaya gitu , kita jadi merasa diberi kepercayaan lebih sama mereka . Tapi disisi lain , gue harus mempertimbangkan kemampuan gue dan orangtua gue , baik financial ataupun faktor kemampuan diri gue sendiri .

Mungkin untuk memilih sekolah TK , SD , SMP , SMA itu lebih gampang dari pada harus memilih perguruan tinggi . Lebih gampang memilih jurusan IPA atau IPS di SMA dari pada memilih Fakultas dan jurusan di Perguruan Tinggi .

Banyak faktor yang harus lo pertimbangin saat memilih jurusan yang cocok buat lo dan juga peluang kerja yang menjajikan kedepannya . Dan ditahap ini orangtua gue ikut sumbang saran karena memang mereka tahu kalau menentukan ini jangan sampai salah langkah dan mungkin akan berakibat fatal buat masa depan gue . Dan karena gue udah terbiasa untuk memilih sendiri , gue sama sekali gak tertarik sama saran dari orangtua gue , gue coba ngeyakinin mereka kalau jurusan ini bagus dan gue percaya gue mampu dan juga prospek kedepannya bagus . Karena gue paling gak nyaman harus ngejalanin sesuatu yang bukan berasal dari kemauan gue sendiri .

Gue memilih untuk kuliah diluar kota dan jauh dari rumah, karena gue fikir gue harus belajar mandiri dan cari pengalaman selagi masih muda . Padahal mereka sebenernya gak mau gue jauh dari rumah karena khawatir sama pergaulan di kota besar dan juga dari kecil gue gak terbiasa jauh dari mereka  ,intinya mereka gak ngasih kepercayaan untuk gue jauh dari rumah dan jauh dari pengawasan langsung mereka .
Jurusan , mereka ngerekomendasikan gue untuk milih pedidikan guru atau masuk pesantren . Saat itu gue langsung menolaknya secara halus karena dari dulu gue udah ngincer jurusan ‘akuntansi’ . Dengan mempromosikan ini itu ,memberitahukan info-info ini itu tentang prospek kerja jurusan akuntansi  , akhirnya mereka setuju dengan semua keputusan gue .

Awalnya gue menikmati semuanya . Suasana baru , teman baru , dan kehidupan baru . Tapi Lama kelamaan gue berfikiran ‘kenapa gue gak nurutin apa mau mereka ? ‘ , disaat itu gue mensugesti diri gue sendiri kalo “ini keputusan gue,gue mampu ngejalanin ini,gue pasti bisa ngelarin ini semua ,gue gak mau ngebuat orangtua dan keluarga gue kecewa,gue mau jadi apa yang mereka mau”.

Dan mungkin karena gue belum terbiasa jauh dari rumah , belum terbiasa hidup sendiri , belum terbiasa ngelakuin semuanya sendiri gue jadi berfikiran ‘gue nyesel sama keputusan gue sendiri’ .

Tapi ketika fikiran itu muncul lagi dan semangat gue udah mulai kendor , senjata yang paling ampuh itu gue inget semua kerja keras nyokap gue buat nyekolahin gue dari gue TK sampe sekarang , kasih sayang dan perhatian dari kakek nenek gue dari gue kecil , buat nunjukin sama bokap gue kalo nyokap gue gak gagal ngedidik gue , buat nunjukin ke orang-orang kalau anak yang ada dalam keadaan kaya gue sekarang ini bisa jadi orang , intinya gue mau buat semua orang bangga . Yang paling penting ini buat kepuasan diri gue sendiri , puas bisa ngeliat nyokap , kakek , nenek , keluarga gue bangga sama gue.


READ MORE - Nothing But Something

Selasa, 06 November 2012

Rasa Yang Menguap

Bukan hanya air yang mampu menguap
perasaanpun demikian
Tak terjadi padamu ,tapi padaku

Bukan tak setia , hanya lelah
Bukan mencintai , tepatnya mempertahankan
Semua terasa sia-sia untuk sekarang
Aku .... baru menyadarinya

Uap itu kembali keudara
Bergabung dengan jutaan oksigen lain
Mencari tempat persinggahan lain

Berharap ada yang lebih sempurna dari pada kamu dimataku

Dan kamu akan selalu ada
Selamanya...
Dalam memori kenangan
READ MORE - Rasa Yang Menguap

Minggu, 28 Oktober 2012

Move On

Aku Rindu Kamu ....


Ah ! tidak , tidak
Bukankah aku sudah memutuskan
Melepaskan semuanya
Selamanya...

Bisakah aku ?
Mampukah ?

Ah , tak ada yang tak mungkin
Berusahalah !

Usaha selalu berbanding lurus dengan hasilnya bukan ?

Yakinlah !
Semua kesakitan dan penantian sia-sia ini
Akan terbayar oleh seseorang yang lebih indah

Perhatikan jalan didepan
Jangan terus menerus melihat kebelakang !
Fokuslah pada tujuan
Jika bahagia adalah tujuanmu

Tinggalkan dia
Tinggalkan kenangan
Tak ada yang lebih indah
Selain masa depan

Berjuanglah !
Meskipun banyak bisikan dibelakangmu
Seindah apapun bisikan itu
Itu hanya buayan kosong

Percayalah !
Jangan sisakan keraguan sedikitpun
Lihat dan tata masa depanmu

Y.A

READ MORE - Move On

Rabu, 24 Oktober 2012

Short Dream

Sosok baru tiba-tiba hadir dalam mimpi
Singkat dan membekas
Menyisakan sesak karenanya

Disana , aku amat mencintainya
Tak ingin kehilangan & jauh darinya
Disana , sesosok makhluk kecil akan hadir dalam hidup kami
Bagian dari kami

Menggelikan tapi manis

Ketika aku terhempas
semuanya berakhir dan kembali nyata
Berakhir menggantung
Menyisakan tanda tanya

Andai Tuhan mengijinkan
Ketika kuterlelap nanti
Ku ingin dia hadir lagi
Menghapuskan tanda tanya

Ketika dia hadir dalam sosok nyata
sebersit rasa menikam hati hingga kejantung
Apakah semudah ini kujatuh hati ?

Tapi aku tak selugu dulu
Pelajaran dimasa lalu
Membuatku selalu waspada
Pada rasa yang kadang menggila

Sesungguhnya ... aku takut
Takut dia tak merasa sama
Takut salah memahami rasa
Takut jika , kuterluka lagi

Y.A

READ MORE - Short Dream

Kamis, 18 Oktober 2012

SPEED MARRIED 7 (SOMEONE IN THE PAST)

Pagi harinya Cakka mendapat telepon dari Bundanya , katanya sepulang sekolah dia harus menemui beliau dirumah besar , rumah kediaman Ayah , Bunda dan kakek Cakka .

Perasaan gue jadi gak enak gini ya . Batin Cakka setelah menerima panggilan dari bundanya .

Seperti biasa , pagi-pagi Oik menyiapkan breakfast untuk mereka berdua . Ketika  Oik sedang memakai sepatu dan Cakka mencuci piring bekas mereka tadi, Cakka membuka percakapan .

“Yang , pulang sekolah kita kerumah besar dulu ya . Ada yang Bunda mau sampein katanya . “
“Hmmm ? kok tumben ya ? ada apa ya ? “ Jawab Oik balik bertanya
“Aku juga gak tau , kita liat nanti aja . “ Jawab Cakka yang telah selesai mencuci piring dan hendak mengambil backpack nya disalah satu kursi meja makan kecil itu .
“Yuk , berangkat . “ Kata Cakka mengulurkan tangannya pada Oik yang masih memakai sepatu .
“Oke , selesai . Yuk ! “ Jawab Oik dan membalas uluran tangan Cakka , mereka berdua bergandengan menuju bagasi , dan terpisah ketika menuju pintu mobil yang memang bersebrangan .

Sorenya dirumah Besar

Ketika Cakka dan Oik sampai dihalam depan sebuah rumah yang sangat besar dan mempunyai parkiran yang cukup luas dengan rumput hijau subur disetiap sisinya , sudah ada sebuah mobil yang terparkir disana , yang jelas mobil itu bukan milik Ayah , Bunda maupun kakeknya . Cakka pun semakin dibuat heran karena ada sebuah koper berukuran sedang didepan pintu .

Cakka dan Oik saling berpandangan ketika melihat koper itu , dan Cakka pun mengangkat bahu sebagai jawaban bahwa dia juga tidak tahu itu milik siapa .

“Agaaaaaaaaa ! “ Teriak seorang perempuan yang seumuran dengan Cakka dan Oik tapi dia lebih muda 1 tahun , berlari menuruni tangga dan menghampiri Cakka , langsung memeluknya . Oik yang melihatnya sedikit terkejut dan menghasilakn tanda tanya besar di benaknya . siapa wanita ini ? pikirnya.

“Hey Nadya ! lo kapan balik ? “ Tanya Cakka membalas pelukan wanita tadi , yang ternyata bernama Nadya .

“mmmm gak penting , yang penting gue kangen banget sama lo ! “ Jawab Nadya melepaskan pelukan mereka dan mencubit kedua pipi Cakka . Oik hanya berdiri mematung dan ikut tersenyum melihat kedua nya , meskipun ada rasa sedikit cemburu menyeruak dalam hatinya . Cakka tersadar akan keberadaraan Oik , yang sedikit mereka abaikan sedari tadi .

“Oh iya , Nad , kenalin ini Oik . Ik kenalin ini Nadya . “

“Oik .. “ Oik tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan

Awalnya Nadya diam dan hanya memandangi tangan Oik yang terulur , menyadari Nadya tak bereaksi Cakka menyenggol bahunya pelan .

“Eh .. gue Nadya . “ Jawab Nadya ikut tersenyum juga .

Ketika itu seorang perempuan berumur 50 tahunan menghampiri mereka .

“Maaf den Cakka , mbak Oik ,dan mbak Nadya sudah ditunggu ibu diruang keluarga .” Katanya sopan dengan sedikit aksen jawa .
“Iya , Bik . Makasih ya .” Jawab Cakka diikuti senyuman dari Oik sebagai tanda menghormati orang yang lebih tua .

Setelah bibik pergi , Cakka memandang Oik dan Nadya bergantian .

“Yuk kita keatas ! “ Seru Cakka menggandeng tangan Oik , dan Oik tersenyum mengangguk memberi isyarat pada Nadya . Nadya membalasnya dengan kikuk .

Cakka dan Oik berjalan didepan Nadya , Nadya yang melihat Cakka dan Oik seperti itu merasa tak nyaman .
Karena dulu , Cuma dia yang bisa diperlakukan manis oleh Cakka seperti itu . Tapi sekarang ? Seorang wanita yang baru dia kenal beberapa menit yang lalu telah menggantikan posisinya . Sucks ! Gumamya

***

“ Oik ? sudah kenalan dengan Nadya ? “ Tanya Bunda ketika mereka telah berkumpul disebuah ruangan yang cukup besar beralaskan marmer dengan pajangan lukisan-lukisan dibeberapa sudut dinding.
“Sudah Bund . “ Jawab Oik sopan dan mendapat anggukan dari Bunda
“Nadya ini , adalah anak Pak.Doni , tetangga dirumah lama kami di Yogyakarta . Waktu Cakka dan Nadya Kecil , mereka selalu bermain bersama tak kenal waktu . Sulit dipisahkan seperti kalo rambut kamu kena permen karet . “ Cerita Bunda menerawang kebeberapa tahun yang lalu disertai senyuman .

Oik yang baru tahu cerita ini mendengarkan dengan antusias dan sesekali tersenyum . Sedangkan Cakka dan Nadya tersenyum simpul dan melemparkan ingatan mereka kebeberapa tahun yang lalu ketika mereka kanak-kanak .

“Dulu tante juga ingat Nad , pas kamu bilang sama papa dan mama kamu waktu kita barbecuean dirumah tante , kalo besar nanti kamu mau jadi pengantin nya Cakka , ckck . “ Lanjut Bunda menggeleng-gelengkan kepala

“Tapi sayang , Cakka udah pilih pengantinnya sendiri . “ Kata Bunda lemah dan menatap Oik , Oik yang merasa diperhatikan balik menatap Nadya tanpa ekspresi , sementara Nadya yang tadinya tersenyum-senyum , senyumnya memudar dan digantikan dengan ekspresi tidak mengerti .
“Ma..maksud tante ? “
“Loh ? Cakka belum ngasih tahu kamu ? Oik sama Cakka kan sudah menikah beberapa minggu yang lalu Nad ? “ Bunda balik bertanya , Nadya hanya menggeleng lemah dan menatap Cakka , yang diperhatikan malah nyengir .

Semua energi yang Nadya punya mendadak menghilang setelah mendengar berita ‘buruk’ itu . Dari dulu Nadya memang mempunyai perasaan terhadap Cakka , meskipun itu perasaan yang dimiliki anak-anak , tapi untuk Nadya , perasaannya untuk Cakka tak akan pernah bisa digantikan oleh siapapun dan sampai sekarang perasaanya itu tak berubah .

“Hehe , maaf ya Nad , gue lupa ngasih tau lo . “ Suara Cakka menarik Nadya kembali pada realita. Nadya hanya tersenyum simpul karena belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan dihadapannya .
“Yaudah , untuk sementara Nadya mau tinggal dirumah ini sementara papa nya nyari rumah di Jakarta . Bunda juga udah daftarin Nadya disekolah kalian . Jadi , usahain kalian berangkat dan pulang bareng Nadya ya . Nadya kan belum hafal Jakarta . “
“oh ya ? lo sekolah di SMA kita Nad ? wah seru nih ! “ Seru Cakka senang , Nadya hanya mengangguk semangat dan melupakan problem dihatinya .
“Kamu dikelas apa Nad ? “ Tambah Oik mengikuti Obrolan
“Gak tau , gue gak ikut survey tadi , Cuma tante Ida . “ Jawab Nadya dengan nada sedikit kesal
“Yaudah , Cakka kamu tolong angkat koper Nadya didepan itu kekamar lama kamu . “
“Sipp , Bun ! “

***

Sudah seminggu sejak kembalinya Nadya dalam kehidupan Cakka , sejak itu pula Oik merasa seperti tersisihkan . Semua serba Nadya , mulai dari berangkat sekolah mereka harus menjemput Nadya dirumah Besar . pulangnya , Nadya tidak mau langsung diantar kerumah besar karena katanya disana sepi jadilah Nadya pulang kerumah Cakka dan Oik . Sepanjang hari Cakka seperti terlena dengan masa kecilnya bersama Nadya , mereka akan menonton DVD kesukaan Nadya sewaktu kecil ‘Barbie series’ . Bahkan dengan antusiasnya Cakka bercerita kalau sewaktu mereka kecil , panggilan sayang Cakka untuk Nadya adalah ‘Barbie’. Awalnya Oik memang dilibatkan dalam percakapan , tapi lama kelamaan Cakka dan Nadya malah asik sendiri dan mengacuhkan Oik . Dan masih banyak lagi rentetan kejadian yang mengharuskan Oik untuk terus mengalah .

Dan kejadian yang sangat membuat Oik merasa benar-benar di nomor dua kan oleh Cakka adalah ketika Oik minta ditemani Cakka ke Gramedia sewaktu pulang sekolah untuk mencari buku referensi tugasnya yang akan diserahkan besok,  tapi Nadya malah merengek minta ditemani ke Salon dan butik . Cakka yang memang suka perawatan salon juga , akhirnya malah memilih menemani Nadya ke salon dan butik .

“Sayang , temenin aku mampir ke gramedia dulu ya , aku mau cari buku buat tugas referensi geografi besok . “ Oik merubah posisi duduknya menghadap kearah Cakka yang sedang menyetir .
“Okeee , kita puter balik ya ! “ Melihat didepannya ada rambu lalulintas yang memperbolehkan kendaraan memutar arah , Cakka mengubah laju juke nya menuju PIM . Sementara Nadya asik dengan ear phone nya terlihat tidak peduli dengan perubahan arah laju itu .

Dalam perjalanan itu Nadya melihat ada sebuah salon dan butik yang bersebelahan , bangunannya terlihat elegant dan cukup menarik perhatiannya .  Nadya pun langsung menghentakkan kakinya bergantian .
“Stop ! stop ! stop ! “ teriak Nadya dan menghasilkan gerak refleks dari Cakka , menginjak rem secara mendadak .
“Aduh ! “ Kesal Oik karena kaget dengan gerak refleks Cakka .
“Kenapa Nad ? “ Tanya Cakka pada Nadya melalui spion tengah , mau tak mau Oik juga membalikkan badannya melihat Nadya di jok belakang .
“Itu disana ! ada salon sama butik , aku mau kesana . ya kka ya .... “ Rengek Nadya sambil menunjuk sebuah bangunan yang berdiri elegant itu dan tangan yang lainnya mengguncang-guncang bahu Cakka .
“Tapi kita mau ke .... “ Belum sempat Oik melanjutkan kalimatnya , Nadya tiba-tiba menyerobot
“Aku udah lama gak ke salon selama aku di Jakarta , waktu di Singapore aku sibuk sekolah gak ada yang mau nemenin juga. “ Yang tadinya Nadya merengek seperti anak bayi  dan membuat Cakka tidak tega .

Cakka menatap Oik sekilas kemudian menatap Nadya yang masih menatap memohon pada Cakka dan belum menurunkan tangannya dari bahu Cakka .

“Hmmmh , yaudah ... yaudah , kita ke salon sama butik deeeh . “ Bujuk Cakka dan menghasilkan tatapan melongo dari Oik .

Tanpa mempertimbangkan persetujuan dari Oik , Cakka langsung memasuki pelataran parkir salon dan butik yang bersebelahan tersebut . Oik jadi merasa semakin di anak tirikan , dia hanya bisa pasrah dan menahan emosinya .

Keluar dari mobil , Nadya langsung menggandeng Cakka dan membimbingnya masuk ke sebuah salon yang beridiri didepannya , lagi-lagi Oik melongo dan kemudian berjalan dibelakang mereka dengan tampang Badmood . Menyadari Oik berjalan agak jauh dengannya , Cakka kembali dan menarik Oik agar berjalan beriringan dengannya .

“Ik , gakpapa ya kamu ke gramedia nya setelah ini ? “ Tanya Cakka sewaktu langkah mereka beriringan , Nadya berjalan didepan mereka sambil mengamati desagin salon itu .
Oik hanya membalasnya dengan senyuman yang dibuat-buat .

gakpapa banget kok , Nadya kan emang no.1 buat kamu ! “ dumel Oik dalam hati

Sementara Cakka dan Nadya melakukan perawatan rambut disalon ini , Oik duduk menunggu dengan gelisah sambil membuka-buka halaman sebuah majalah dipangkuannya untuk membunuh waktu . Berkali-kali Oik melihat arloji dipergelangan tangannya , berkali-kali juga Oik harus menerima kalau jarum jam seperti tak pernah bergerak ! stuck di angka 4 !

Akhirnya Oik memutuskan untuk menelpon Sivia .

Hallo Ik ? tumben-tumbenan lo nelpon gue ? ada angin apa nih ? “ Suara Sivia terdengar disebrang Telephone
Gue bete ! “ jawab Oik lebih dari jutek
“Lah ? gue yang kena semprot ? bete kenapa sih ? “
“Sorry ! bayangin aja Vi ! tugas yang harus di kumpulin besok sama Pak.Yudi itu gue sama sekali belum punya referensinya ! “
“Laah gampang ! sekarang lo tinggal ke gramedia atau toko buku aja kan beres ! “
“Iyaaa Via ! tadinya gue emang mau ke Gramedia , tapi ?! you know lah si Nadya malah minta dianter ke salon dan yang bikin gue tambah gedek , Cakka malah ikut-ikutan perawatan disalon ! dan gue ?! kaya sopir yang nungguin majikannya disalon tauk ! “
“Hahahah , sabarrr Ik . keterlaluan amat tuh si Nadya . Yaudah lo tinggal pamit aja sama mereka , gue temenin deh ke gramedia nya . “
“Beneran ?! tapi jemput gue dulu di salon ? apa yah ni namanya ? pokonya salon yang sekitar PIM laah . “
“Oke tau gue , salon langganan nyokap juga tuh . Oke 20 menitan  lagi gue sampe ya ! “

Setelah panggilan terputus , Oik bangkit dari sofa merah maroon yang dari 2 jam yang lalu setia menemani Oik dan menuju tempat perawatan rambut mencari Cakka dan Nadya .
Tapi , ketika Oik menemukan Cakka dan Nadya . Mereka sedang asyik ketawa-ketiwi membecirakan entah apa karena jarak tempat Oik berdiri cukup jauh  . Oik semakin dongkol melihatnya.

“Gue dari tadi bete-betean gak jelas ! mereka malah asyik sendiri ! “ Dumel Oik dalam hati dan mengurugkan niatnya untuk berpamitan dengan Cakka . Dengan langkah gontai meninggalkan salon tersebut dan berjalan ketrotoar menunggu sivia datang .

Bodoamat lah kalau dia nyariin gue ! emang yakin lo bakal dicariin Ik ? hah ! NYEBELIN ! Oik bermonolog dengan pikirannya sendiri .

Beberapa menit kemudian Jazz merah sivia berhenti tepat didepan Oik , kemudian mereka berdua melaju menuju PIM .

***

Satu jam kemudian ..

Cakka dan Nadya selesai dengan perawatan rambut mereka . Tapi ketika Cakka hendak membayar tagihan di lobby salon , dia tak melihat Oik disana .

“Loh Nad ? Oik mana ? “ Tanya Caka tapi matanya berkeliling mencari sosok Oik .
“Gak tau . Telpon aja .” Jawab Nadya santai

Menuruti Nadya , Cakka langsung mengeluarkan BB nya dan mendial no Oik .
Lama .. tak ada jawaban . Tapi beberapa saat kemudian  , 1 message masuk .

From : My.O
Aku pergi ke gramedia . kamu lanjutin aja acara kamu sama Nadya !

To : My.O
 Kok kamu nggak nunggu aku selesai ? kita kan bisa pergi bareng ?

Tak sempat menunggu jawaban dari Oik , Nadya langsung menarik Cakka menuju butik disebelah . Cakka hanya bisa pasrah dan berharap Oik bisa mengerti .

Mengerti kalau dia sedang asik bersama orang dimasalalu nya ? Mengerti kalau dia merindukan masalalu nya ? atau mengerti bahwa perasaannya untuk Nadya yang tidak terdefinisi ? Apapun itu , telah membuat hati Oik dongkol dan suatu saat pasti akan meledak seperti bencana Gunung Merapi .

Sudah jam 7 malam tapi Oik belum bisa di hubungi dan belum juga pulang . Setelah dari butik , Nadya mengatakan kalau dia mau menginap di rumah Cakka dan Oik saja . Sementara Nadya mandi memakai kamar mandi kamar Cakka dan Oik , Cakka sibuk menghubungi No Oik yang belum juga aktif sampai-sampai putus asa harus berbuat apa lagi .

***

Sivia sedang berusaha membujuk Oik agar menghubungi Cakka yang mungkin sedang mencari keberadaan Oik . Tapi Oik enggan berkomentar . Mereka masih duduk di sudut coffee toffee yang sedikit ramai karena ini jam nya anak muda mencari tempat tongkrongan .

“Ik.. ayolah telephone Cakka . Dia pasti lagi bingung nyariin lo . “ mohon Via untuk kesekian kalinya .
Oik menatap Sivia malas
“Gak yakin deh gue kalo Cakka bakal nyariin Gue vi . “ jawab Oik putus asa
“duuh jangan negatif thinking gitu dulu laah . atau nggak , gue anterin lo pulang ya Ik ? “

Oik menatap Sivia , terlihat ekspresi khawatir dan juga lelah di raut wajahnya . Melihatnya membuat Oik jadi tidak tega harus merepotkan Sivia lagi . Akhirnya Oik mengangguk lemah tanpa ekspresi . Sivia hanya tersenyum melihatnya .

***

Mendengar suara mesin mobil diluar , Cakka bangkit dari sofa malas nya dan menuju teras untuk melihat barangkali Oik yang pulang . Dan ternyata benar saja ,Oik turun dari jazz merah . Melambaikan tangan pada pengemudinya sebagai ucapan terimakasih . Cakka yang melihatnya daribalik pagar jadi bertanya-tanya .
Siapa itu ?

Oik masuk dan melewati pekarangan kecil rumah mereka . Cakka hanya menunggu sambil melipat kedua tangannya diatas dada . Oik berjalan melewati Cakka dan mengacuhkannya , Cakka jadi agak naik darah dengan tingkah Oik yang sudah membuatnya khawatir dan ketika pulang malah berlagak seperti tak terjadi apa-apa bahkan mengacuhkannya . Cakka pun berbalik mencegat Oik yang sudah berada diruang tamu , langkah Oik pun terhenti dan mendongakkan kepalanya menatap Cakka .

“Aku Capek . “ Ucapnya lemah
“Tadi itu siapa ? “ Tanya Cakka datar menghiraukan keluhan Oik
“kka ?! aku capek mau istirahat ! “ Jawab Oik kesal dan hampir berlalu meninggalkan Cakka diruang tamu karena Cakka mencengkal pergelangan tangan Oik .
“Aku tanya yang tadi itu siapa ! “ bentak Cakka tidak sabar

Oik terperangah mendengar Cakka membentaknya . Ini kali pertamanya Cakka membentaknya seperti ini selama hubungannya dengan Cakka beberapa tahun yang lalu .
Oik tersenyum miris lalu menjawabnya .

“kamu masih peduli sama aku ? “ Oik balik bertanya dengan nada lemah terdengar hampir menangis . Melihat Cakka bergeming dan hanya menatapnya dengan penuh tanda tanya.
“Masih peduli ? “ Ulang Oik dengan nada suara yang seperti akan menangis , melihat Cakka masih bergeming Oik melepas paksa cengkraman Cakka dari tangannya dan berlalu meninggalkan Cakka . Baru beberapa langkah meninggalkan ruangtamu , langkah Oik kembali terhenti karena melihat sosok perempuan keluar dari kamarnya menggunakan kemeja putih gombrong miliknya . Oik menatap Nadya yang berdiri tepat dihadapannya dengan nanar . Kemudian Oik membalikan tubuhnya menatap Cakka dibelakangnya yang sedang kebingungan . Air mata yang tadinya tertahan dipelupuk matanya luruh bersaman ketika Cakka tiba-tiba berdiri dihadapannya .

“Aku bisa jelasin ... “ Cakka mencoba menggenggam kedua tangan Oik , tapi Oik menarik tangannya , malah menatap Cakka dengan tatapan malas dan dengan langkah gontai memasuki kamarnya .

Nadya yang tidak tahu apa-apa hanya memperhatikan mereka berdua dengan tampang polos . Kemudian dia menyadari bahwa keadaannya saat ini terlihat seperti telah terjadi ‘apa-apa’ , ditambah lagi dia sedang memakai baju Oik tanpa seizin pemiliknya . Sedikit rasa bersalahpun muncul dalam benak Nadya , ditambah melihat raut wajah Cakka yang sedikit frustasi rasa bersalah tambah menusuk dadanya .

Sebesar dan sedalam apapun perasaan Nadya terhadap Cakka , tak bisa membantah keadaan yang kini sudah berbeda , Cakka sudah milik orang lain seutuhnya. Cakka kini bukan aga kecilnya dulu, aga berbeda dan aga kecilnya sudah tumbuh menjadi Cakka . Kini dia hanya akan jadi orang ketiga jika memaksakan keinginan hatinya . Dengan langkah ragu dan perasan bersalah , Nadya menghampiri Cakka yang terpaku didepan pintu kamar yang tadi di tutup Oik .

“kka ? “
Cakka menoleh dengan tatapan sayu .
“Maaf ya Nad , lo gak seharusnya lihat kejadian ini . “
Nadya cepat-cepat menggeleng .
“Nggak .. nggak kka . ini salah aku , aku yang harusnya minta maaf . “
“Aku mau kerumah tante ida aja kka , kayanya keberadaan aku nggak tepat disini .”
“yakin lu ? “

Nadya mengangguk mantap.
Cakka tersenyum dan mengacak rambut Nadya yang masih setengah basah .

***

Hari ini sudah sangat cukup menguras kesabaran Oik , dia butuh sesuatu yang membuatnya tenang dan sedikit melupakan kedongkolan hatinya .

Setelah menyimpan buku yang tadi ia beli , Oik memasuki kamar mandi dan mengisi penuh bath up nya dengan air hangat , menyalakan dua buah lilin aroma terapi disudut bath up , dan memasukan cairan putih kental kedalam bath up yang sudah terisi penuh Kemudian oik berbaring didalam bath up yang penuh busa . Aroma Lavender menyeruak kedalam hidungnya dan memenuhi ruangan ,membuat hati dan fikirannya kembali damai .
READ MORE - SPEED MARRIED 7 (SOMEONE IN THE PAST)