Minggu, 09 Desember 2012

Nothing But Something



Hi Guys ,

gue mau numpahin semua unek-unek yang entah dari kapan bersarang difikiran gue dan membuat hati gue gak tenang .

gue mau tanya , Pernah gak kalian hampir menyesali keputusan kalian ? atau bahkan mungkin sudah benar-benar menyesali keputusan itu ?

Saat ini gue ‘Hampir’ menyesal  dan hampir menyerah sama keputusan yang udah gue ambil dengan ‘mungkin’ kurang pertimbangan ini . Bukan tentang cinta . tapi iya sih , tentang cinta gue sama orangtua dan keluarga , tentang masa depan gue . Agak privacy sih , tapi gue gak berani cerita sama siapapun teramasuk sama orang terdekat.

Dari kecil gue dibebasin milih apa yang gue mau selama itu baik dimata orangtua gue . Termasuk untuk pendidikan , mereka ngebebasin gue untuk milih sendiri sekolah mana yang gue mau , pasti seneng dong dibebasin kaya gitu , kita jadi merasa diberi kepercayaan lebih sama mereka . Tapi disisi lain , gue harus mempertimbangkan kemampuan gue dan orangtua gue , baik financial ataupun faktor kemampuan diri gue sendiri .

Mungkin untuk memilih sekolah TK , SD , SMP , SMA itu lebih gampang dari pada harus memilih perguruan tinggi . Lebih gampang memilih jurusan IPA atau IPS di SMA dari pada memilih Fakultas dan jurusan di Perguruan Tinggi .

Banyak faktor yang harus lo pertimbangin saat memilih jurusan yang cocok buat lo dan juga peluang kerja yang menjajikan kedepannya . Dan ditahap ini orangtua gue ikut sumbang saran karena memang mereka tahu kalau menentukan ini jangan sampai salah langkah dan mungkin akan berakibat fatal buat masa depan gue . Dan karena gue udah terbiasa untuk memilih sendiri , gue sama sekali gak tertarik sama saran dari orangtua gue , gue coba ngeyakinin mereka kalau jurusan ini bagus dan gue percaya gue mampu dan juga prospek kedepannya bagus . Karena gue paling gak nyaman harus ngejalanin sesuatu yang bukan berasal dari kemauan gue sendiri .

Gue memilih untuk kuliah diluar kota dan jauh dari rumah, karena gue fikir gue harus belajar mandiri dan cari pengalaman selagi masih muda . Padahal mereka sebenernya gak mau gue jauh dari rumah karena khawatir sama pergaulan di kota besar dan juga dari kecil gue gak terbiasa jauh dari mereka  ,intinya mereka gak ngasih kepercayaan untuk gue jauh dari rumah dan jauh dari pengawasan langsung mereka .
Jurusan , mereka ngerekomendasikan gue untuk milih pedidikan guru atau masuk pesantren . Saat itu gue langsung menolaknya secara halus karena dari dulu gue udah ngincer jurusan ‘akuntansi’ . Dengan mempromosikan ini itu ,memberitahukan info-info ini itu tentang prospek kerja jurusan akuntansi  , akhirnya mereka setuju dengan semua keputusan gue .

Awalnya gue menikmati semuanya . Suasana baru , teman baru , dan kehidupan baru . Tapi Lama kelamaan gue berfikiran ‘kenapa gue gak nurutin apa mau mereka ? ‘ , disaat itu gue mensugesti diri gue sendiri kalo “ini keputusan gue,gue mampu ngejalanin ini,gue pasti bisa ngelarin ini semua ,gue gak mau ngebuat orangtua dan keluarga gue kecewa,gue mau jadi apa yang mereka mau”.

Dan mungkin karena gue belum terbiasa jauh dari rumah , belum terbiasa hidup sendiri , belum terbiasa ngelakuin semuanya sendiri gue jadi berfikiran ‘gue nyesel sama keputusan gue sendiri’ .

Tapi ketika fikiran itu muncul lagi dan semangat gue udah mulai kendor , senjata yang paling ampuh itu gue inget semua kerja keras nyokap gue buat nyekolahin gue dari gue TK sampe sekarang , kasih sayang dan perhatian dari kakek nenek gue dari gue kecil , buat nunjukin sama bokap gue kalo nyokap gue gak gagal ngedidik gue , buat nunjukin ke orang-orang kalau anak yang ada dalam keadaan kaya gue sekarang ini bisa jadi orang , intinya gue mau buat semua orang bangga . Yang paling penting ini buat kepuasan diri gue sendiri , puas bisa ngeliat nyokap , kakek , nenek , keluarga gue bangga sama gue.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komen apa yang ingin kamu komen yaa ! apapun !