Rabu, 13 Februari 2013

Who is 'KAY' ?

Dua setengah tahun bukan waktu yang sebentar untuk sebuah hubungan hasil perjodohan orangtua yang awalnya sama-sama ditentang oleh anak-anaknya . Tapi setelah dipertemukan dan saling mengenal satu sama lain , akhirnya mereka tak keberatan untuk mencoba saran dari orangtua mereka untuk bertunangan terlebih dahulu . Tiga bulan yang lalu tepatnya acara pertunangan itu telah berlangsung .

Seperti biasa dan sudah menjadi rutinitas , Cakka selalu menjemput Oik ketika jam mata kuliahnya sudah selesai . Oik adalah mahasiswi akuntansi semester 4 disalah satu Universitas swasta di Depok , dan Cakka mahasiswa arsitek semester 6 Universitas Indonesia .

“ Kka , aku laper nih . makan dulu yuk ? “

Cakka menggenggam tangan Oik yang sedang menggelayuti tangan kirinya manja dan sekilas tersenyum geli .

“Ck , kasian istri aku kelaperan “

“eh ? ralat ! masih calon ya “ seru Oik

“haha yaudah , kamu mau makan apa ?”

“mmm batagor ikhsan aja yuk ?” ajaknya antusia

“yaah udah kelewat tadi “

“Yaah mayeeer , kan bisa puter balik didepan “

“hehe ngerayu nih , pake manggil mayer segala “ jawab Cakka mencubit pipi Oik

“ya mayer ya ?” rayu Oik manja

“gampang , tapiiii.... “ Cakka menunjuk pipi sebelahkirinya dan tersenyum nakal

“ish ! pamrih nih “ Jawab Oik malah mencubit pundak Cakka

Do it or no ? “ ancam Cakka

“iya..iya” Oik sedikit bergeser kekanan dan ‘cup’ ! bibirnya mendarat dipipi Cakka singkat

“yaah bentar banget ? “

please ya Mr.Nuraga , kamu ini lagi nyetir nanti kalau kita kenapa-kenapa gimana ? “

“hehe , selama kamu sama aku ... “ Cakka memandang Oik lembut namun sekilas

“Aku bakal pastiin kalau kamu pasti baik-baik aja”

Oik tersipu , dan gelegar tawa Cakka memenuhi ruang didalam mobil

“yaah pipinya merah tuh “ goda Cakka

“yee ini blush on tauk ! “

“sejak kapan kamu suka pake gituan ? haha “

“ish , cakkaaa aku malu ! udah doong “

“ih gemes deh sama kamu ! “ aku Cakka mencubit pipi Oik dan langsung memerah

“aduuuh , sakit !”

“eh ? kekencengan ya sayang ? duh maaf maaf aku gak sengaja “ sesal Cakka dan mengusap-ngusap pipi Oik yang memerah

Oik hanya memanyunkan bibirnya kesal .

“abis kamu ngegemesin sih , sini aku cium biar sembuh “ goda Cakka

No ! kamu nyetir aja yang bener ih “

“iyaa tuan putri , hamba laksanakan “

Setelah memarkirkan Grand Livina nya , Cakka dan Oik menaiki tangga menuju lantai 2 diresto ‘Batagor Ikhsan’ . Setelah mendapatkan meja dan sudah memesan menu , mereka membahas perihal kegiatan dalam kelasnya masing-masing .

“Jadi ? kamu mau pergi berapa lama ? “ Tanya Oik sedih

“mmm sekitar satu minggu an . jangan sedih dong . “ Hibur Cakka menggenggam tangan Oik yang duduk didepannya

“hmm kamu pergi nya sama siapa ? “

“sama kelompok aku , 5 orang . “

Obrolan mereka terputus , karena seorang perempuan mengantarkan makanan mereka .

“kenapa harus Yogyakarta ? itu kan jauh banget “ Tanya Oik masih dengan nada sedih

“kesepakatan anak-anak yaang . kita lebih tertarik sama arsitektur Candi-candi kerajaan hindu kaya candi borobudur gitu . “

“hmm yaudah deh , kapan kamu berangkat ?”

“besok sore . “ jawab Cakka sambil menyantap Siomay dihadapannya

“yaaah besok sore aku ada praktikum “ Jawab Oik lesu

“udah , gak apa-apa kok . jangan sedih dong , tadi katanya laper kok gak dimakan siomay nya ? “

“hmmm “ Oik hanya menghembuskan napasnya lalu mengambil garpu dan sendok disebelah piringnya dan melahap siomaynya  tanpa semangat .

Setelah Cakka selesai dengan siomaynya , dia berpamitan untuk ke toilet dan meninggalkan Blackberry nya disebelah piring yang sudah bersih dari siomay . Tak berapa lama , Blackberrynya bergetar pertanda PING! Dari sebuah contac .Kkarena takut pesan urgent , Oik memutuskan untuk mengambil Blackberry Cakka dan membuka BBM nya , dan isi dari BBM nya membuat Oik mengangkat alisnya .


  • BBM aku dianggurin ! kamu lagi ngapain sih ?
  • PING!
  • PING!

“KAY ? “ gumam Oik bertanya-tanya

Belum sempat melihat Profil nya , Cakka keburu merebut BB nya dari tangan Oik yang sedang lengah . Kaget , Oik hanya mengerenyit dan memperhatikan tindak-tanduk Cakka yang sedikit gugup . Setelah membalas BBM nya itu , seolah sudah menebak-nebak apa yang akan ditanyakan Oik , Cakka menjawabnya .

“ Teman satu kelompok aku , tadi kita lagi ngebahas proposal yang . “

Tak ada jawaban , Oik hanya memandang Cakka dengan wajah datar dan membuat Cakka semakin gugup .

“eh ? yaudah , pulang yuk . “

Cakka bangkit dan menuju kasir yang ada disebelah kanan meja mereka . Oik memutuskan untuk tidak membahas ini , karena mungkin memang mereka sedang  membahas proposal . Meskipun firasatnya mengatakan lain .

Lima hari sudah Cakka berada di Yogyakarta , selama itu juga Oik mencoba untuk selalu berpositive thinking terhadap kelakuan Cakka selama lima hari ini . Mulai dari jarang mengangkat telepon-teleponnya , Personal Message nya yang selalu terupdate tapi BBM oik yang hanya di Read dan selalu membalasnya di pagi buta atau malam sebelum tidur saja . Sangat aneh untuk menarik kesimpulan kalau Cakka sedang sibuk dengan tugasnya menganalisis asitektur candi Borobudur , bukannya mereka berkelompok ?

Oik terus memikirkan ‘Yogyakarta , Yogyakarta , Yogya ....’ kemudian dia teringat tentang teman sekelasnya dan dekat dengan Oik yang sedang mudik ke Yogyakarta karena kakak perempuannya menikah . Kemudian dia mencari nama ‘ChaCha’ di contact BBM nya .
ΓΌ   

  •    PING!
  • Yo ?
  • Gue galau cha L
  • Galau kenapa kau ?
  • Cakkaaa
  • Kenapa tu anak ?
  • Udah lima hari di Yogya , dan kelakuannya aneh !
  • Hah ? jadi Cakka di Yogja ?
  • Iya . kok kaget kaya denger berita kecelakaan aja sih ?
  • Nggak . gue kira salah orang
  • Maksudnya ?
  • Panjang ceritanya , telp gue
  • Gak ada pulsa
  • Yee yaudah
  • Eh iyaiya bentar , gue ambil hape nyokp dulu
  • Lah ?
  • Biar pulsa gue gak kepake
  • X_x

“Hallo cha ? ada berita penting apa ? soal Cakka ya ?“

“santai mbak ! “

“maaf , gue lagi galau juga dimarahin “

“ah bodo , mau denger ceritanya gak ? “

“Iya , kenapa ? “

“Kemarin pas gue sama sepupu,keponakan,tetangga,emk,bapak,...”

“iyaiya se RT pokonya , terus ? “

“Nah kita kan ke Candi borobudur tuh , pas gue baru mau masuk candi otomatis gue tengadah dong buat ngeliat anak tangga . Nah ! pas itu gue ngeliat kaya sosok tunangan lo sama cewek gitu di undakan candi yang pertama . Ceweknya itu kalo gak salah rambutnya panjang agak ikal gitu , tingginya hampir sama lah sama cowok yang mirip Cakka itu . Nah mereka lagi foto-foto gitu , pose nya juga kaya orang lagi pacaran , makanya gue pikir gak mungkin lah itu Cakka , ditambah gue kan ngeliatnya dari samping . “

“......................”

“Ik ? ik ? Oik ! “

“eh iya iya , sorry “

“Lo gak apa-apa ? “

“Gak , gak apa-apa . Kalau boleh tau cowoknya pake baju apa ya cha ? “

“hmmm gak inget gue . Gue Cuma liat dia pake topi warna hitam plat emas gitu terus disisi yang gue liat ada bordilan balok nada warna emas juga “

“Topinya Cakka .... “ Jawab Oik lirih

“Eh ? kenapa Ik ? “

“nggak , makasih ya Cha informasinya . bye “

Ternyata firasat Oik ada benarnya , pikirannya langsung melayang kemana-mana . BBM yang Oik baca , Cakka merebut BB nya seperti orang panik , dan lima hari ini dia bertingkah sangat tidak wajar . Lumayan banyak bukti , tapi tidak cukup untuk mengambil keputusan kalau Cakka .... selingkuh . Berkali-kali Oik membantah pendapatnya sendiri kalau Cakka ada main dibelakangnya hingga ia kelelahan dan tertidur .

Dua hari setelahnya , Oik menelpon Bunda Ida menanyakan kepulangan Cakka . Oik melarang beliau untuk mengatakan pada Cakka kalau dia menanyakan dan akan menjemput kepulangan Cakka dari Yogyakarta itu . Dengan alasan ingin memberi Cakka kejutan tentunya . Setelah informasi didapat , Oik meminta Dayat untuk menemaninya ke Bandara Internasional , Soekarno-hatta . Dayat adalah teman baiknya ketika ospek , atau lebih tepatnya mereka saling kenal ketika Ospek yang diadakan jurusannya dan sampai sekarang menjadi teman baik Oik .

Setelah memarkirkan Rush nya , Dayat dan Oik menuju terminal kedatangan dalam negeri . Menurut bunda , Cakka Take Off dari Yogya pukul 15.00 dan sekarang sudah menunjukan pukul 16.50 , seharusnya mereka sudah terlihat . Oik berkali-kali melihat jam dipergelangan tangannya , ketika itu Dayat memberi tahu kalau dia melihat Cakka . Kemudin Oik mengikuti arah padang Dayat dan menemukan Cakka dengan empat orang lainnya menuju pintu keluar . 3 orang laki-laki dan 2 orang perempuan , yang satu berambut sebahu , dan satunya lagi rambut panjang agak ikal . ‘mungkin dia yang dimaksud Acha’ pikir Oik .

Karena sebelumnya Dayat sudah diberitahu semua kekhawatiran Oik dan untuk apa tujuanya kesini , mereka bersembunyi dibalik pilar didekatnya dan tetap mengawasi gerak-gerik Cakka . Tanpa disangka , Si perempuan berambut panjang itu berjalan kesebelah Cakka dan menggandeng lengan sebelah kanan Cakka . Mereka berdua berhenti , saling berhadapan dan terjadi percakapan entah apa karena jaraknya lumayan jauh . Cakka terlihat sedikit pucat dan si perempuan itu menyadarinya , kemudian dia mengusap sebelah pipi Cakka , dari gerakan bibir nya dia seperti berkata ‘are you ok ?’ , dan Cakka menjawabnya dengan senyuman dan meletakan tangannya diatas tangan perempuan  itu yang sedang mengusap pipinya . Sungguh pemandangan yang mampu membuat lutut Oik lemas , tapi untung dibelakangnya dayat menopang tubuh Oik .

“ ik ? “ Tanya Dayat untuk memastikan bahwa Oik baik-baik saja

Oik hanya mengacungkan jempolnya dan tersenyum meskipun senyum pahit  , meskipun sebenarnya dia dalam keadaan jauh dari kata ‘baik-baik saja’ .

Cakka dan teman-temannya sudah keluar dari terminal dan hendak mencari kendaraan untuk membawanya pulang . 2 lelaki dan perempuan berambut sebahu itu sudah menaiki Taxi . Sekarang tinggal Cakka dan perempuan disampingya . Dayat sudah berlari keparkiran untuk mengambil Rush nya dan mengendarainya sampai kedepan terminal dan memarkirkannya tak jauh dari tempat Cakka dan perempuan disampingnya berdiri . Ketika melihat mobil Dayat berhenti , Oik langsung mengendap-ngendap menuju pintu depan mobil Dayat .

Oik memutuskan untuk menguntit Cakka yang sudah menaiki Taxi yang di Stop nya bersama si perempuan tadi . Taksinya menuju arah Depok , dan berhenti tepat didepan pagar sebuah apartemen . ‘Apartemen’ ? perasaan Oik saat itu sudah campur aduk antara sedih , kecewa , dan marah . Semua tingkah laku Cakka seminggu belakangan ini , ditambah BBM dari contact bernama ‘KAY’ , terlebih kejadian yang barusan dia saksikan dengan mata kepalanya sendiri sudah lebih dari cukup untuk meyakinkan hati Oik , bahwa Cakka ....memang ... selingkuh . Tak terasa buliran bening jatuh dari kedua mata Oik , dan dengan segera dihapusnya . Dayat yang melihatnya jadi tidak tega .

“Ik ? kalau kamu gak yakin , mending kita pulang ya ? “

Oik hanya menggeleng , dan kembali menghapus buliran bening itu yang jatuh diatas pipinya .

“Lebih cepat lebih baik , meskipun mungkin nanti hasilnya adalah perpisahan gue sama Cakka ..... meskipun menyakitkan , gue coba buat ikhlas . Ya mungkin gue juga nanti bakal ngamuk-ngamuk “ Tawa Oik ditengah tangisnya .

Dayat hanya meremas bahu Oik sebagai tanda dukungan dia untuk Oik .

Melihat Cakka dan perempuan tadi keluar dari Taxi dan menuju gedung apartemen berwarna Coklat muda dan Cream itu , Oik dan Dayat pun turun dari mobilnya dan mengikuti Cakka dengan jarak yang cukup aman supaya tidak tertangkap basah .

Mereka menuju ke lift , lift nya terdiri dari dua pintu . mereka memasuki pintu lift sebelah kiri , sebelum memasuki lift yang sebelah kanan , Oik menunggu lift yang dimasuki Cakka berhenti dilantai berapa . Ternyata mereka berhenti di lantai 7 . Dengan segerat Oik dan Dayat memasuki lift sebelah kanan dan menekan tombol 7 juga . Ketika pintu lift Oik terbuka , dia melihat Cakka dan perempuan disampingnya berbelok kelorong sebelah kiri dan mereka berdua memasuki kamar nomor 78 .

Pikiran Oik tambah kacau . Tunangannya , masuk kedalam apartemen perempuan , malam hari , hanya berdua dan apa yang akan terjadi ? Dengan langkah gontai dan pikiran kacau oik hampir mengetuk pintu kamar si perempuan itu , dan Dayat berhasil mencegah Oik melakukannya .
Oik memandang Dayat sinis dengan mata merah karena sepanjang jalan tadi dia menangis .

“Percaya sama gue Ik , kalau dia bener-bener sayang dan cinta sama lo . Dia gak akan berbuat hal bodoh . “

“Tapi Day .... “

“Mending lo coba telepon Cakka , tanya dia dimana . Kalau misalnya dia gak jujur , terserah lo mau gimana . “

Oik hanya mengangguk setuju , dan Dayat melepaskan genggaman tangannya pada Oik untuk membiarkan gadis itu menelpon .

Oik menggeleng , memberi isyarat pada Dayat bahwa panggilannya tidak dijawab .

“Coba lagi . “ Titah Dayat

Dan tersambung

“Hallo ? “

“Sayang ? kamu udah sampe Depok belum ? “

“Oh udah kok , maaf ya gak sempet kabarin kamu . “

“Iya gak apa-apa . kamu dimana sekarang ? “

“Aku ... di ... di taman belakang nih lagi.....”

Dengan cepat Oik menahan panggilannya dan mengetuk pintu yang ada didepannya . Perempuan yang sedari tadi bersama tunangannya adalah yang membukakan pintu dan terlihat terkejut dengan kedatangan Oik . Kenapa harus terkejut ? bukannya mereka tidak saling mengenal ? oooh atau dia tahu bahwa Oik ini adalah tunangannya Cakka dan mereka menjalin hubungan dan pura-pura tidak tahu bahwa Cakka sudah bertunangan ?

Setelah melihat Cakka berdiri dibelakang wanita dihadapannya ini dan membelakangi mereka , Oik kembali mengambil panggilannya .

“Sejak kapan taman belakang ada dilantai 7 K ? “ Tanya Oik dan memandang lurus-lurus ke arah Cakka yang sedang membelakanginya .

“Hah ? “ Jawab Cakka bingung dan langsung berbalik  “O ik ?!”

Cakka terlihat kaget setengah mati melihat Oik berdiri dengan wajah kusut dan mata merah sembab , wajah Cakka bertambah pucat saking kagetnya . Cakka langsung menjatuhkan BB nya dan dengan setengah berlari menghampiri Oik .

“Kamu kenapa sayang ? “ Tanya Cakka panik mengapit pipi Oik dengan kedua tangannya . Oik bergeming , hanya buliran bening yang menjawabnya .

Pandangan Cakka beralih pada Dayat yang sedari tadi berada dibelakang Oik .

“HEH ! LO APAIN CEWEK GU..”

‘Plak ! ‘ Tamparan oik yang keras berhasil membuat Cakka bergeming dan hanya menatap Oik lekat-lekat dengan mata sayu nya . Oik melihat sinar kepanikan disorot mata Cakka sekarang . Dia sedang mencoba menutupi kebenaran yang berada diujung tanduk .

Sementara Oik meredam tangisannya yang sudah pecah . Dayat menarik Oik kebelakang punggungnya dan dia berhadapan langsung dengan Cakka yang bergeming dengan wajah pucat dan wajah penuh penyesalan .

“elo yang ngapain man ! “ tuduh Dayat tajam , dia sudah mencengkram sebelah kerah kemeja Cakka dan melayangkan satu pulukan kewajahnya , tapi Cakka tetap bergeming dengan pandangan mata yang kosong . 

Oik yang berdiri dibelakang Dayat kini terjatuh duduk dengan suara tangis yang semakin menyayat hati siapapun yang mendengarnya .

Perempuan yang sedari tadi hanya menonton kejadian didepannya dengan wajah was-was akhirnya merelai amarah Dayat , melepaskan cengkraman Dayat pada Cakka . Perempuan itu merangkul Cakka dan hendak masuk kembali kedalam apartemen , tapi Cakka langsung melepas kasar tangan perempuan itu dari pundaknya dan terduduk didepan Oik memeluknya .

Oik terus-terusan berontak , berkali-kali memukul dada bidang Cakka . Tapi Cakka tetap bertahan memeluk Oik dan ikut menangis bersama Oik .

“Lepas ! “

Please ik , jangan nangis ik . aku gak tahan “ Ucap Cakka disela tangisnya

“Lepas !”

Cakka hanya menggeleng frustasi dan semakin mempererat pelukannya .

“lepasin gue berengsek !” Marah Oik

Cakka melepaskan pelukannya dan beralih mencengkram kedua bahu Oik , mencoba mengontrol tangisnya . Karena sejak pertama dia melihat Oik berdiri didepan pintu dengan mata merah dan sembab , hatinya seolah terkoyak sampai dia tidak bisa berfikir apapun . Dan malah menuduh Dayat atas kesalahannya sendiri . 

Karena tak tahan mendengar tangisan Oik yang semakin mengoyak hatinya dia pun ikut menangis .

“Iya ! kamu bener , aku emang berengsek . kamu boleh ngeluarin kata-kata kotor buat aku ik , aku emang pantes dapet itu dari kamu . Kamu boleh pukul aku sampe puas ik , aku pantes diperlakukan kaya gitu sama kamu . “ Marah Cakka pada dirinya sendiri

“Tapi aku nyesel Ik ! aku gak mau ngeliat kamu kaya gini ik , aku gak kuat . aku sakit liat kamu kaya gini . “ Suara Cakka melembut , dan Oik sudah mulai tenang .

Please ik , jangan nangis . “ Tambahnya , dan mengusap kedua pipi Oik yang sudah sangat basah oleh buliran bening tadi .

“Jangan nangis ya ... “ ucapnya lagi , kali ini dia membereskan tatanan rambut Oik yang sudah seperti sarang burung .

Oik hanya memandang Cakka tanpa ekspresi , dia juga melihat sorot mata Cakka nya yang dulu . Yang hangat , lembut dan mempesona . Tidak seperti tadi , sorot matanya yang kalut dan kosong .

“ Tinggal tambah blush on , kamu udah bisa jadi badut . “ Canda Cakka mencubit idung Oik yang memerah karena tangis nya .

Seketika Oik tersenyum dan memukul dada Cakka berkali-kali , tapi kemudian Cakka memeluknya erat dan hangat .

“Ekhm .. “ suara deheman  Dayat menyadarkan  Cakka dan Oik dari kemesraannya .

“Oh iya . kenalin , itu Kay , sepupu aku dari Yogyakarta . “ Cakka menunjuk Kay yang sedari tadi tersenyum menyaksikan adegan didepannya dengan kepalanya .

“Hai ... “ Kay tersenyum melambaikan tangannya pada Oik yang tengah membulatkan matanya , begitu juga Dayat yang sangat terkejut sampai hampir terjatuh seandainya tidak bersandar pada dinding lorong apartemen itu .

“Se..sepupu ? “ Tanya Oik kikuk

Cakka hanya mengangguk bingung .

“loh ? emang kamu kira siapa ? “

Oik tambah lemas , dan tak lama kemudian menangis lagi . menangis karena kebodohan , ketidak telitiannya sendiri , dan juga acara kucing-kucingan yang ternyata sia-sia , Oik merasa malu . Sangat malu .

Jadi , Kay itu sepupu Cakka dari Yogyakarta , dia pindah ke Depok 6 bulan yang lalu , satu Universitas dan satu fakultas dengan Cakka . Masalah BBM itu , Cakka sedang menyiapakan kejutan besar untuk Oik dan Kay membantu Cakka untuk mempersiapkannya . Kejadian yang dilihat Acha memang benar , tapi pose yang katanya seperti orang pacaran dan terkesan intim  itu , Cakka dan Kay yang sedari kecil sudah dekat memang hal seperti itu tidak asing untung mereka , Cakka sudah menganggap Kay seperti adiknya sendiri meskipun usianya hanya terpaut beberapa bulan . Kenapa Cakka jarang mengabari Oik ? itu sala satu ide gila Kay supaya kejutan yang dipersiapkan untuk Oik lebih bermakna meskipun sepertinya tidak sampai harus begitu . Dan kenapa Cakka berbohong ? Karena kalo sampai mengatakan yang sebenarnya , Oik pasti akan tanya siapa itu Kay ? ngapain di apartemen berdua doang ? dan sebagainya-dan sebagainya . Dan Cakka menyangka kalau Oik menangis sebigini memilukannya gara-gara dia berbohong , mengatakan sedang ditaman belakang tahu nya sedang berada diapartemen sepupunya sendiri . Karena Oik paling sensitif dengan kebohongn sekecil apapun itu .
Well , Kejutan besar untuk Oik adalah .... Cakka merencanakan acara Candle Light Dinner diatap gedung apartemen Kay yang berlantai 20 untuk melamar Oik dimalam Valintine besok . Yah siapa sangka sebelum kejutan yang sebenarnya terlaksana , Oik sudah lebih dulu mendapatkan kejutan dari kedekatan hubungan Kay dan Cakka . Kejutan diatas Kejutan .



 END

Special Thanks
Cakka Nuraga *as always
Oik Ramadlani *as always
Foto yang beredar heboh dikomunitas CL --V
Readers

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komen apa yang ingin kamu komen yaa ! apapun !