Selasa, 01 Mei 2012

SPEED MARRIED 1 ( PERNIKAHAN )


Hanya keluarga dekat dan sahabat saja yang menghadiri pernikahan kami , karena kalau diadakan pesta besar-besaran , sekolah bisa heboh ! Tentu saja hanya sahabat yang bisa menyimpan rahasia yang kami undang . Acha , Deva , Ozy , Agni , dan Sivia . Sementara Oliv dan Patton yang mulutnya agak sedikit tidak terkontrol kami tidak mengundangnya , itu pun dengan perasaan bersalah . Ya mau bagaimana ? toh ini demi kebaikan .
Kakek Cakka sungguh baik ! Dia memberikan kami sebuah Rumah minimalis di Perumahan mewah yang tak jauh dari sekolah kami sebagai hadiah pernikahan . Sementara kedua orang tua Cakka memberikan sebuah Juke Putih untuk kami berdua . Sementara mae , beliau memberikan sebuah do’a untuk kelanggengan pernikahan kami . Karena memang keluarga kami adalah keluarga sederhana yang hidup pas-pasan di sebuah kota di Jawa Timur .

Malam ini aku sedang menonton film bergender romantic yang ditayangkan oleh salahsatu statsiun Televisi swasta , aku memang sangat meyukai film-film seperti ini . Cakka , dia sedang berada dikamar mandi untuk membersihkan keringat yang menempel ditubuhnya karena acara pernikahan tadi sangat menguras keringat Cakka. Aku menselonjorkan kakiku keatas meja dan duduk bersandar pada sofa dengan posisi yang sangat nyaman .Dan Ketika aku sedang fokus melihat adegan demi adegan yang dilakukan pemainnya dilayar kaca , aku mendengar suara pintu yang dibuka kemudian ditutup kembali . Tak lama , Cakka langsung mengambil posisi terlentang dengan kepala diatas pangkuanku dan kakinya dia selonjorkan kesalah satu sisi sofa yang tidak mempunyai sekat dibagian itu .
Aku hanya melihatnya sebentar dan kembali fokus pada adegan sepasang kekasih dilayar kaca itu . Sedangkan Cakka , dia terus memperhatikanku dari posisinya tadi , aku melihatnya dari ujung mataku . Tiba-tiba aku merasa kedinginan dibagian kaki , ternyata Rambut Cakka yang belum sempat dia keringkan dengan handuk membasahi celana piyamaku .

“ah... Cakka . rambut kamu basah ! “ keluhku manja sambil membenarkan posisi dudukku yang agak merosot dan sepertinya Cakka langsung merasa tidak nyaman

Cakka langsung bangun dan duduk disampingku dengan melipat kedua kakinya keatas sofa .

“He he , aku lupa . Maaf ya... “ Cakka langsung menepuk-nepuk bagian yang basah dengan handuk yang dia pegang sedari tadi .

“Oh iya besok kita sekolah ya ? “ Tanyaku sambil merubah posisiku seperti Cakka , dan kami berhadapan.
Cakka berfikir sebentar dan menatapku menggoda .

“Aaaa.. kamu mau kita honeymoon yaa ? “ Jawabnya sambil menunjuk menggoda kearahku

“iiih , nggak ! aaaaa jangan-jangan kamu nih yang mau ada honeymoon ?! ngaku ! “ Balasku tak mau kalah dan balik menggoda Cakka.

“Hmmmm .. ........ ?? “ Cakka tampak sedang berfikir dan tatapannya semakin membuatku bergidik geli .  Tapi justru inilah salah satu hal yang aku suka dari Cakka , sorot matanya ketika menatapku. Aku diam menunggu jawaban darinya .

Tapi tiba-tiba dia malah mengecup bibirku singkat dan kembali menatapku . Aku speechless , dan blusss pipiku sepertinya sudah berubah warna . Tapi cepat-cepat aku memikirkan kata untuk menutupinya .

“iiiiiiiiiii ... genit ! “ Hanya kata itu yang terlintas difikiranku dan aku mencubit pinggang Cakka , sedikit keras . Dan dia sepertinya kesakitan , upss .

Setelah sepertinya rasa sakitnya menghilang , Cakka semakin memperpendek jarak diantara kami , dan dia menaruh kedua tangannya di pipi kanan dan kiriku .

“iik sayang ! kamu ini udah punya aku ! “ Tegasnya dan lagi-lagi mengecup bibirku . Aku membalasnya dengan menaruh kedua tanganku di kedua pipinya juga.

“kaka sayang ! kamu juga punya aku ! “ Aku hanya menatapnya tak membalas mengecup bibirnya . Cakka terlihat menunggu , tapi karena aku hanya terus-terusan menatapnya dia menanyakan .

“ Kok gak diterusin ? “ Aku tak menjawabnya , hanya mengangkat kedua alisku sebagai tanda bahwa aku sedang balik bertanya .Dia melepaskan tangannya dari kedua pipiku dan menaruh telunjuknya diatas bibirnya .
Aku tersenyum dan mendekatkan wajahku ke wajahnya , sekilas aku menatap bibirnya tapi tujuanku adalah telinga . Dan aku berbisik .

“Maunya ... “ Aku kembali menarik wajahku dan menjulurkan lidah , aku sedang meledeknya .
Cakka kelihatan kaget , dan dia malah membalasku dengan menggelitiku tanpa ampun .

Inilah pernikahan kami , kami berani mengambil resiko ini karena kami yakin mampu melaluinya dan mampu mempertahankannya . Apapun yang orang-orang katakan , kami tetap maju dan saling bergenggaman tangan menghadapi semuanya . Semoga saja tidak ada halangan yang dapat memisahkan kami . Dan akupun tak akan pernah lupa , halang dan rintang pasti akan datang suatu saat nanti menghampiri kami .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komen apa yang ingin kamu komen yaa ! apapun !