Selasa, 01 Mei 2012

SPEED MARRIED ( PROLOG )


“Yah , Bun . Tolong restuin pernikahan Cakka sama Oik ! “ Mohon Cakka dan Oik dihadapan Keluarga kecil Cakka dan Oik . Hampir satu jam Cakka dan Oik duduk bersimpuh dihadapan Ayah , Bunda , dan kakek Cakka juga Mae yang datang jauh-jauh dari Salatiga ke Jakarta .

“Tapi kalian masih kelas 2 SMA , cakka . Kalian belum cukup dewasa untuk menjalin suatu pernikahan . “ Ayah menasihati Cakka yang kala itu bersikeras ingin cepat-cepat menikah dengan Oik .

“Iya , Ik . kamu juga pasti belum siap untuk menjadi seorang istri di usia kamu yang masih 17th ini ndu. “ Mae ikut menasihati Oik dengan agak canggung , karena harus berbicara dihadapan keluarga Cakka yang memang keluarga terhormat di Jakarta .

Seperti takut kalau Ayahnya dan Mae tiba-tiba memisahkan mereka , Cakka menggenggam erat tangan Oik dan memandang Oik yang berada disebelah kanannya , dalam sorot matanya cakka seolah berkata ‘kita gak boleh nyerah !’

“Tapi , kita berdua bakal tanggung resikonya , apapun itu ! “ Cakka semakin meyakinkan kedua orang tuanya , kakek , dan Mae.
“Iya , Om , tante , kek , mae ? Oik sama Cakka janji bakal tanggung semua resiko yang mungkin terjadi di masa mendatang . “ Oik ikut menambahkan argumen Cakka dan ikut meyakinkan keluarga mereka .

Sedari tadi Kakeknya hanya diam dan memperhatikan Cakka dan Oik , dan terlihat sedang mempertimbangkan sesuatu . Sementara Ayah dan bunda Cakka melihat Cakka dengan tatapan cemas . Berbeda dengan mae yang lebih terlihat pasrah dari semuanya .
Melihat tak ada jawaban dari siapapun Cakka kembali berbicara .
“Kek , kata kakek . Kakek bakalan dukung Cakka untuk urusan apapun . Kakek gak bohongkan ? kakek gak akan ingkar janji kan sama Cakka ? “ Kali ini Cakka berusaha meminta dukungan dari kakeknya, yang memang selama ini sangat dekat dengannya melebihi kedekatannya dengan kedua orangtuanya .
“Kek , kakek sayang kan sama Cakka ? “ Nada suara Cakka terdengar putus asa dan membuat Oik juga merasakan apa yang dirasakan Cakka . Tangan kiri Oik mengelus punggung Cakka dengan penuh kasih sayang .

“Hmmmmmmh ........... “ Kakeknya menarik nafas panjang dan menatap seluruh orang yang ada diruangan keluarganya satu persatu tak terkecuali .

“Yasudahlah , kakek memang tak pernah bisa menolak keinginan cucu sematang wayang kakek ! “ Putus beliau akhirnya , dan membuat kedua orangtua Cakka kaget  dan pastinya keputusan itu membuat Cakka dan Oik tersenyum dan saling berpandangan lalu berpelukan atas kemenangannya . Dan mae lagi-lagi terlihat pasrah kemudian tersenyum karena melihat Oik yang sangat bahagia .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komen apa yang ingin kamu komen yaa ! apapun !